Home Info Daerah Terdampak Elnino, Pemdes Kota Baru Berikan Bantuan Sembako

Terdampak Elnino, Pemdes Kota Baru Berikan Bantuan Sembako

Pembagian Sembako.

BencoolenTimes.com – Dari 75 hektare luasan lahan sawah di Desa Kota Baru Kecamatan Uram Jaya Kabupaten Lebong, sekitar 28 hekatare (ha) diantaranya terkena dampak kekeringan Elnino. Untuk mengurangi atau meringankan beban petani yang terdampak Elnino tersebut, Pemerintah Desa (pemdes) Kota Baru memberikan bantuan sembako.

Diungkapkan Kepala Desa (Kades) Kota Baru Kecamatan Uram Jaya, Abdullah, bantuan yang diberikan berupa sembako. Hal ini diharapkan bisa sedikit meringankan petani yang terkena dampak kekeringan Elnino yang terjadi pada musim tanam tahun 2023 ini.

“Bantuan beruoa sembaki ini sudah kita salurkan kepada para petani yang terdampak kekeringan Elnino dan belum bisa ikut turun tanam,’’ sampai Om, sapaan akrab Kades Kota Baru yang sudah menjabat periode kedua tersebut.

Pemdes Kota Baru, sambung Om, cukup merasa prihatin kepada petani yang terkena dampak kekeringan Elnino. Dimana hingga saat ini, mereka belum bisa menyemai padi dan turun tanam. Sedangkan saat ini, ada lahan sawah warga lainnya yang padinya akan masak dalam 20 hari kedepan dan segera panen.

“Makanya kita salurkan bantuan sembako agar diharapkan ini bisa meringankan kebutuhan petani yang lahannya terkena dampak kekeringan Elnino,’’ sambung Om.

Ditambahkan Om, untuk diketahui, lahan sawah di desa mereka mencapai 75 hektare yang pada turun tanam atau musim tanam satu (MT1), lahan yang ada seluruhnya ikut turun tanam. Dan pada Musim Tanam dua (MT2), setidaknya 43 hektare yang ikut turun tanam. Pemdes Kota Baru akan berupaya agar tahun 2024, seluruh lahan persawahan di desa mereka bisa melakukan MT1 dan MT2, bahkan ditargetkan bisa hingga Musim Tanam Tiga (MT3).

Lebih jauh, Om menyebutkan, keinginan untuk melaksanakan musim tanam hingga dua kali bahkan kalau bisa sampai tiga kali setahun tersebut, sudah ada sejak menjabat sebagai Kades Kota Baru periode 2001-2007 lalu. Namun saat itu belum kesampaian atau belum berhasil, dengan berbagai kendala dan tantangan.

‘’Namun disaat saya kembali menjabat sebagai kades sejak 2019 lalu hingga saat ini, akhirnya bisa terwujud dan terkoordinir bersama Pemkab Lebong dibawah kepemimpinan Bupati Kopli Ansori. Sekaligus ini menjadi bukti bahwa mitos hama tikus menjadi penghalang turun tanam dua kali itu terbantahkan,’’ demikian Om. (OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version