BencoolenTimes.com – Wagub (Wakil Gubernur) Bengkulu, Mian melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terkait menurunnya harga Tandan Buah Segar (RBS) beberapa hari pasca Lebaran Idul Fitri.
Diketahui, harga TBS mengalami penurunan hingga Rp 300 dari harga semula yang berada di angka Rp 3.000 per kilogram. Turunnya harga ini memicu keresahan di kalangan petani sawit, yang kemudian direspons cepat oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian.
Wagub Mian melakukan Sidak ke PKS, salah satunya PT. Alno Agro Utama Sumindo Oil Mill di Kabupaten Bengkulu Utara. ‘’Setelah Lebaran, grafik harga TBS terus menurun dan saat ini, harga berkisar antara Rp 2.800 hingga Rp 2.700 per kilogram dari sebelumnya Rp 3.000,’’ ungkap Wagub Mian.

Wagub Mian menanggapi, bahwa penurunan harga TBS ini dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk sawit dari Indonesia.
‘’Jangan sampai kebijakan Donald Trump yang menaikkan bea masuk 32 persen ini dijadikan alasan utama. Padahal, berdasarkan data, ekspor CPO ke Amerika hanya sekitar 15 persen, tidak lebih dari itu,’’ sebut Wagub Mian.
Di akhir kunjungannya, Wagub Mian meminta pihak PKS untuk menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani agar tidak terus menjadi persoalan yang meresahkan.
‘’Kami berharap harga di tingkat petani bisa dijaga. Kalau pun harga pasar internasional turun, ikuti dengan penyesuaian yang wajar dan Pemerintah akan hadir di tengah masyarakat,’’ pinta Wagub Mian.
‘’Soal penurunan harga sawit sebesar Rp300 dalam sepekan terakhir ini sudah ramai diperbincangkan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,’’ tutup Wagub Mian.(OIL/RLS)



