
BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengapresiasi keterlibatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam mendukung program penataan kawasan wisata Pantai Panjang yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.
Hal tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti oleh sekitar 1.400 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penutupan kegiatan itu dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih Pantai Panjang.
‘’Saat Ibu Direktur Poltekkes mengundang saya, saya minta penutupan PKKMB dilakukan di Pantai Panjang. Alhamdulillah beliau setuju. Sekarang pemerintah kota memang sedang fokus menata wajah kota dan kawasan wisata,’’ ujar Dedy dalam sambutannya, Jumat, 11 Juli 2025.
Dedy Wahyudi menuturkan, lokasi yang kini menjadi tempat penutupan PKKMB sebelumnya dikenal sebagai kawasan yang kurang terawat dan kerap disalahgunakan.
‘’Dulu di sini banyak warung remang-remang, penjual tuak, bahkan praktik prostitusi. Saat kami lakukan pembersihan bersama petugas damkar dan Satpol PP, kami menemukan banyak alat kontrasepsi,’’ ungkap Dedy Wahyudi.
Ia mengajak seluruh pejabat dan ASN untuk terus rutin melakukan aksi kebersihan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah.
Saya berterima kasih kepada anak-anakku semua yang sudah turut membantu membersihkan Pantai Panjang. Ini bentuk semangat kebersamaan,’’ ucapnya.
Lebih lanjut, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Pantai Panjang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Bengkulu.
Banyak wisatawan yang kagum dengan keindahan Pantai Panjang, tapi mereka juga mengeluhkan kebersihannya. Oleh karena itu, kami menatanya agar menjadi daya tarik wisata. Kalau wisatawan datang, ekonomi bergerak. Hotel penuh, orang belanja oleh-oleh, menikmati kuliner khas Bengkulu, dan nama Bengkulu semakin dikenal,’’ jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi, Dedy Wahyudi optimistis Pantai Panjang bisa menjadi destinasi wisata nasional yang tak kalah dengan Bali maupun daerah lain di Jawa.(JUL/RMC)





