BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menanggapi serius video viral yang memperlihatkan ulah seorang oknum pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang yang diduga meminta biaya sewa pondok dengan harga tidak wajar kepada pengunjung.
Dalam video yang beredar di media sosial, oknum pedagang tersebut juga diduga bersikap agresif hingga melempar barang milik pengunjung. Dedy menyayangkan kejadian tersebut kembali terulang, meski Pemerintah Kota Bengkulu telah berulang kali mengimbau pedagang agar tidak memberatkan wisatawan.
‘’Terjadi lagi dan lagi. Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada para pedagang agar tidak meminta sewa mahal kepada pengunjung dan tidak memaksa untuk belanja,’’ kata Dedy Wahyudi, Kamis, 18 Desember 2025.
Menindaklanjuti peristiwa itu, Dedy Wahyudi langsung memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu untuk memanggil dan menemui pedagang yang bersangkutan. Langkah awal yang akan diambil adalah pemberian teguran serta surat peringatan.
‘’Nanti Dinas Pariwisata saya minta menemui yang bersangkutan. Kalau memang merusak citra wisata, mohon maaf, kita tidak izinkan lagi berjualan di sana,’’ ujar Dedy Wahyudi.
Dedy Wahyudi menegaskan, apabila setelah diberi peringatan pedagang tersebut kembali mengulangi perbuatannya, Pemerintah Kota Bengkulu akan mencabut izin berjualan di kawasan Pantai Panjang.
Sementara itu, terkait kemungkinan penggusuran pondok pedagang, Dedy menyebut hal tersebut merupakan langkah terakhir. ‘’Itu langkah terakhir. Kita beri teguran dulu, kalau memang bisa berubah,’’ ucap Dedy Wahyudi.
Di sisi lain, Dedy Wahyudi mengungkapkan Pemkot Bengkulu telah menyiapkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Tahun ini, pemerintah berencana membangun sekitar 20 gazebo di kawasan Pantai Panjang yang digunakan secara gratis oleh pengunjung. ‘’Kita siapkan kurang lebih 20 gazebo yang layak dan bagus. Pengunjung bisa duduk di sana secara gratis,’’ ungkap Dedy Wahyudi.
Dengan langkah tegas serta penataan fasilitas tersebut, Pemkot Bengkulu berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan citra Pantai Panjang tetap terjaga sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden yang memicu kemarahan warganet ini diduga dipicu oleh permintaan biaya sewa dua unit pondok hingga mencapai Rp 1 juta. Peristiwa tersebut diunggah ke media sosial TikTok dan menuai beragam reaksi.
Korban bernama Dewi, pengunjung asal Desa Padang Bendar, Kabupaten Bengkulu Utara, mengatakan peristiwa bermula saat dirinya bersama keluarga singgah di sebuah pondok kosong untuk beristirahat setelah mengantar keluarga berangkat umrah.
Meski berniat memesan makanan, pedagang menyatakan menu yang diminta tidak tersedia. Ketegangan terjadi saat oknum pedagang tersebut menagih uang sewa pondok sebesar Rp 1 juta.
‘’Kami tanya berapa sewa pondok, katanya Rp 1 juta. Kami tanya kenapa semahal itu, dia langsung marah, mengusir dan membuang barang-barang kami,’’ pungkas Dewi.(JUL)






