BencoolenTimes.com — Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turun ke lapangan (turlap) mengecek kondisi jalan rusak di kawasan permukiman yang kerap dilintasi truk bermuatan berat.
Dalam peninjauan tersebut, Dedy menemukan sebuah truk besar yang mengangkut muatan besi dengan perkiraan beban lebih dari 50 ton melintasi jalan lingkungan yang sempit dan berada di tengah permukiman warga.
Kondisi itu dinilai tidak sesuai dengan kapasitas jalan. Akibatnya, aspal di sejumlah titik terlihat rusak parah dan berlubang.
Saat berada di lokasi, Dedy sempat berdialog dengan warga setempat. Warga menyebut kawasan tersebut masih dianggap sebagai area sepi sehingga kendaraan berat bebas melintas.
Namun, Dedy menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah kota yang seharusnya tidak dilalui kendaraan bertonase besar.
”Ini kan kota, bukan hutan. Lihat sendiri jalannya hancur. Siapa yang akan bertanggung jawab kalau sudah begini?” ujar Dedy, Jumat, 17 April 2026.
Ia menekankan pentingnya pengaturan ketat terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang masuk ke jalan permukiman. Menurutnya, diperlukan sistem distribusi barang yang lebih tertib untuk mencegah kerusakan infrastruktur.
Dedy mengusulkan agar muatan berat dibongkar di depo atau gudang di pinggir kota, kemudian didistribusikan menggunakan kendaraan yang lebih kecil.
”Sistem seperti ini sudah diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta. Seharusnya di Bengkulu juga bisa diterapkan agar jalan tidak cepat rusak,” katanya.
Peninjauan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah dapat memperketat pengawasan terhadap truk ODOL demi menjaga kondisi jalan dan kenyamanan lingkungan permukiman. (JUL/RMC)






