7.8 C
New York
Saturday, October 10, 2026

Buy now

spot_img

Walikota Dedy Wahyudi Resmikan Berendo Maggot Tanah Patah, Diharapkan Jadi Percontohan

spot_img

BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi resmikan berendo maggot di Jalan Musium RT 9 RW 3 Kelurahan Tanah Patah sebagai pada Kamis, 10 September 2026.

Program ini dikembangkan pihak Kelurahan bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tahun 2026.

Langkah ini guna mendorong pengelolaan sampah organik menjadi maggot sebagai salah satu solusi mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, program di Tanah Patah menjadi percontohan yang nantinya diharapkan dapat diterapkan di kelurahan lain. Pengelolaan maggot juga terintegrasi dengan budidaya ikan lele dan itik, dengan maggot dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Minta OPD Pemkot Bengkulu Hilangkan Ego Sektoral

”Diawali di Kelurahan Tanah Patah, dibantu anak-anak KKN UMB, kita lihat pengolahan maggot ini bisa terintegrasi dengan kolam lele dan budidaya itik. Ini menjadi percontohan yang nanti akan kita kembangkan di seluruh kelurahan,” kata Dedy.

Menurutnya, sampah organik atau sampah basah yang selama ini tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi maggot sehingga lebih bermanfaat. Sementara sampah plastik sudah memiliki pihak yang menampung untuk didaur ulang.

Dedy mengatakan, Pemkot Bengkulu juga tengah melihat kemungkinan dukungan anggaran melalui dana kelurahan untuk pengembangan budidaya maggot, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku. ”Semoga nanti bisa kita anggarkan dana kelurahan secara khusus untuk pengelolaan maggot, tetapi kita masih melihat regulasinya,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Dorong Revisi RTRW Tak Hambat Investasi dan Pembangunan

Ia berharap program tersebut tidak hanya semangat di awal, tetapi dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain mengurangi sampah, budidaya maggot dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dan menjadi alternatif pakan bagi budidaya ikan maupun ternak.

”Jangan hanya semangat di awal dan kemudian berhenti. Ini harus dilakukan terus-menerus, sehingga sampah yang sebelumnya tidak berguna bisa menjadi maggot yang berguna dan penuh manfaat,” tutur Dedy.

Dedy juga mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN UMB dengan pemerintah kelurahan dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah organik. Menurutnya, kerja sama lintas sektor seperti ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain untuk mengembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. (JUL/RLS)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!