
BencoolenTimes.com – Pasca jebolnya Dam I Sabo atau bendungan pasir di kawasan Pasir Lebar Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning membuat lebih kurang 40 hektare sawah petani di Desa Semelako Atas Kecamatan Lebong Tengah tidak bisa digarap lagi. Hal ini karena hampir seluruh hamparannya sudah tertutup pasir.
Seperti disampaikan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Semelako Atas, Roby Sugara Dimana 40 hektare sawah yang sudah tidak bisa digarab di Desa Semelako Atas tersebut selama ini diharap warga dari dua desa, Semelako Atas dan Semelako II.
‘’Jadi pasca Dam I Sabo jebol, material pasir menimbun 40 hektare lebih kurang sawah di desa kita yang selama ini dikerjakan warga dua desa,’’ kata Roby, Jumat (7/4/2023)
Selain itu, menurut Roby, jika tidak ada penanggulangan permanen dan jangka panjang, maka akan ada ratusan hectare sawah di dua wilayah, yaitu Desa Semelako Atas dan Desa Semelako II terancam. Termasuk 60 hektare lainnya yang akan ikut dalam program musim tanam (MT) II tahun 2023.
‘’Kalau tidak ada penanganan permanen, bisa jadi aka nada ratusan hectare lagi yang terancam,’’ ucap Roby.
Senada dengan Kepala Desa Semelako II, Rison Pantori yang menyebutkan, bukan hanya soal Dam I Sabo saja yang harus menjadi perhatian pemerintah, aliran Air (Sungai) Kotok juga harus diantisipasi. Karena yang mengancam rusaknya sawah petani juga saat terjadi banjir dari aliran Air (Sungai) Kotok.
‘’Selain perbaikan Tanggul Dam I Sabo, pembangunan pelapis tebing penahan banjir juga harus segera dilakukan. Karena setiap Air Kota Meluap, dampaknya ke sawah petani dam yang teramcam terkena dampak bisa mencapai ratusan hectare, termasuk 30 hektare di Desa Semelako II dan 30 Hektare di Desa Semelako Atas yang akan ikut serta pada MT II tahun ini,’’ ungkap Rison.
Ditambahkan Rison, mereka dalam hal ini perangkat Desa Semelako II bersama perangkat Desa Semelako Atas sudah melakukan pengecekan secara langsung kondisi Dam I Sabo dan aliran Air Kotok di sekitar lokasi persawahan warga.
“Harapan kita ada penanganan permanen pada tanggul Dam I Sabo. Serta adanya pembangunan pelapis tebing agar ketika air sungai naik, tidak meluap hingga menggenangi sawah masyarakat,’’ tukas Rison.(OIL)