BencoolenTimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rejang Lebong (RL), telah melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten. Dalam pleno yang digelar Selasa, 3 Desember 2024, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Fikri – Hendri meraih suara terbanyak dengan raihan 63.691 suara.
Sedangkan Paslon Petahana, Nomor Urut 03, Syamsul – Juhendra meraih 52.806 suara dan Paslon Nomor Urut 02, Hendra – Herizal memperoleh 28.035 suara. Kemenangan Paslon Fikri-Hendri dari Petahana terjadi di 13 kecamatan dari total 15 kecamatan Sekabupaten RL.
‘’Alhamdulillah, kita sudah menyelesaikan tahapan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada 2024 di Kabupaten Rejang Lebong. Mulai dari pleno kecamatan hingga kabupaten, semuanya bisa berjalan lancar dan sebagaimana mestinya,’’ kata Ketua KPU Kabupaten RL, Ujang Maman.
Dilanjutkan Ujang, setelah selesai pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten, tahapan selanjutnya adalah, menunggu apakah ada atau tidak, gugatan dari masing-masing Paslon. Kalau tidak ada gugatan, baru nantinya dilaksanakan menetapkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten RL terpilih.
‘’Nantinya aka nada surat resmi dari MK, ada atau tidaknya gugatan dari paslon terkait hasil Pilkada Kabupaten Rejang Lebong. Kalau memang tidak ada, baru dilaksanakan penetapan paslon terpilih,’’ sampai Ujang.
Sementara itu, Calon Bupati RL, H.M. Fikri Thobari yang dikonfirmasi mengatakan, kemenangan yang mereka raih adalah kemenangan Masyarakat Kabupaten RL. Sehingga seluruh keluarga, tim pemenangan, relawan dan simpatisan, tidak perlu melakukan Euforia yang berlebihan.
Apalagi, terang Fikri, mereka juga pernah mencalon pada Pilkada Tahun 2020 dan Nasib atau Takdir Allah belum diberikan kepada mereka, alias mengalami kekalahan. Sehingga faham betul bagaimana rasanya mengalami kekalahan yang disatu sisi melihat yang lain Bereuforia dengan suasana menang yang riang gembira.
‘’Fikri 2020 pernah mencalon, tapi Nasib atau Takdir Allah belum diberikan alias kami kalah. Jadi kami faham betul bagaimana rasanya kalah mencalon, sekaligus kami melihat disebelah bereuforia dalam suasana menang dengan riang gembira,’’ terang Fikri.
Untuk itulah, lanjut Fikri, kalau sudah tahu bagaimana tidak enaknya perasaan kalah, jangan sampai Euforia yang kita lakukan membuat orang yang lain merasa tersakiti atau tersinggung. ‘’Kalau tidak enak (Kalah), Insya Allah kita jangan lakukan Euforia berlebihan,’’ lanjut Fikri.
Ditambahkan Fikri, mereka sudah mengingatkan kepada seluruh keluarga besar, tim pemenangan dan simpatisan serta para relawan, agar tidak bereuforia.
‘’Pilkada sudah selesai, kita tidak boleh sombong, kita juga tidak boleh Euforia. Karena apa, kemenangan ini, kemenangan Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong,’’ imbuh Fikri.(OIL)






