
BencoolenTimes.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu mengingatkan pentingnya melindungi pelajar dari penyalahgunaan narkotika. Bagi pelajar yang terlanjur menggunakan narkoba, BNNP menekankan pendekatan penyelamatan dan rehabilitasi, bukan semata-mata mengeluarkan mereka dari sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNP Bengkulu Kombes Pol Alexander S. Soeki dalam kegiatan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba) Goes to School di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rabu, 7 Oktober 2026.
Alexander mengatakan pelajar merupakan aset bangsa sehingga perlu mendapatkan perlindungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan, menurut dia, harus dilakukan secara bersama-sama oleh BNN, sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
”Pelajar merupakan aset bangsa dan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba bukan hanya tugas BNN, sekolah, atau orang tua, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Alexander.
Ia mengatakan masa sekolah merupakan periode penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan, menemukan potensi diri, membangun pergaulan, hingga menentukan cita-cita.
Karena itu, Alexander meminta pelajar tidak mencoba narkoba hanya karena rasa ingin tahu ataupun ajakan teman.
”Jangan pernah mencoba narkoba hanya karena rasa ingin tahu. Jangan mudah percaya kepada ajakan teman dan jangan menganggap narkoba sebagai sesuatu yang keren atau membanggakan,” ujarnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Alexander menjelaskan upaya penanganan narkoba di kalangan pelajar tidak hanya dilakukan melalui pencegahan. BNN juga memiliki program penyelamatan dan rehabilitasi bagi anak yang telah terlanjur menggunakan narkotika.
Menurut dia, asesmen dapat dilakukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap anak yang terindikasi menggunakan narkotika.
”Kalau mereka adalah korban, maka kita harus menyelamatkan. Mereka tidak harus dikeluarkan dari sekolah. Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan mereka karena mereka adalah generasi bangsa,” jelas Alexander.
Namun, ia mengatakan penanganan berbeda dapat diterapkan apabila anak tersebut telah terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Alexander juga meminta pelajar yang mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar tidak memilih diam.
”Jika kalian mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar, jangan diam. Sampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan bantuan. Jangan takut untuk mencari pertolongan,” katanya.
Alexander menilai sekolah memiliki peran strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Ia mengajak sekolah memperkuat pendidikan karakter, membangun komunikasi terbuka dengan siswa, menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman, serta mengembangkan budaya sekolah yang bersih dari narkoba.
”Pencegahan narkoba harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kepedulian, komunikasi, pengawasan, edukasi, dan keteladanan,” ujarnya.
Alexander berharap program Ananda Bersinar Goes to School tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
”Kami ingin membuktikan bahwa pelajar Bengkulu adalah pelajar yang cerdas, sehat, berkarakter, berprestasi, dan bersinar tanpa narkoba,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu H. Zulhendri mengatakan kegiatan edukasi antinarkoba perlu dilakukan secara berkelanjutan di sekolah.
Dikbud Provinsi Bengkulu, kata dia, berencana mendorong kegiatan serupa hingga ke tingkat kabupaten dengan melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
”Kami berharap kegiatan seperti ini benar-benar diterapkan di sekolah. Kami juga memiliki inisiatif untuk penyelenggaraan di kabupaten dengan merangkul MKKS,” kata Zulhendri.
Ia menilai penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan pelajar perlu menjadi perhatian bersama. Sekolah, menurut dia, harus tetap menjadi tempat untuk menyelamatkan dan membina anak agar tidak kehilangan masa depan akibat narkoba.
”Jangan sampai anak-anak kita hancur. Sebelum mencapai Indonesia Emas, anak-anak kita harus diselamatkan,” ujarnya.
Kegiatan Ananda Bersinar Goes to School juga diisi dengan Deklarasi Pelajar Antinarkoba. Para pelajar menyatakan komitmen menolak dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Mereka juga menyatakan kesiapan menjadi benteng bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba serta menggelorakan semangat menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag., yang diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Asnaini, M.A., dan turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi BNNP Bengkulu dan UIN Fatmawati Sukarno dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pendidikan.
Deklarasi ditutup dengan seruan bersama para pelajar, “Prestasi, yes! Narkoba, no! Indonesia Bersinar!”
BNNP Bengkulu berharap semangat Ananda Bersinar dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pelajar, keluarga, sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. (JUL)





