Home Kota Bengkulu Cahaya Perempuan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di Sekolah

Cahaya Perempuan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di Sekolah

Cahaya Perempuan Gelar
Cahaya Perempuan menggelar kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

BencoolenTimes.com – Cahaya Perempuan gelar sosialisasi tentang pencegahan bullying sekolah, salah sagunya di SDN 42 Kota Bengkulu, yang dilaksanakan, Kamis, 6 Februari 2025.

Cahaya Perempuan gelar sosialisasi disekolah-sekolah dalam rangka antisipasi semakin banyaknya kasus bullying yang terjadi dilingkungan sekolah hingga sampai berakibat pada kematian.

Direktur Cahaya Perempuan, Leksi Oktavia menjelaskan, bullying bisa terjadi di usia anak sekolah karena anak SD berada pada tahap perkembangan kognitif dan sosial-emosional yang masih rentan, kurangnya kemampuan berdiri sendiri.

‘’Mereka seringkali kurang percaya diri untuk melaporkan kejadian bullying karena takut akan pembalasan atau merasa tidak akan didengar,’’ jelas Leksi.

Lalu, pengaruh teman sebaya yang kuat, karena pada usia seumuran anak SD ini pengaruh teman sebaya sangat besar. ‘’Jika terjadi bullying di lingkungan mereka, anak-anak cenderung meniru perilaku tersebut atau menjadi penonton pasif tanpa berani intervensi,’’ paparnya.

Andapun dampak negatif dari bullying pada korban, diantaranya dari psikologis bullying dapat menyebabkan depresi, kecemasan, rendah diri, trauma, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Dampak psikologis ini bisa bertahan hingga dewasa. Kemudian, dampak akademiknya, anak yang menjadi korban bullying sering mengalami penurunan prestasi akademik karena terganggu konsentrasinya, takut ke sekolah dan mengalami stres.

Dari sisi sosial, korban bullying bisa mengalami isolasi sosial, kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya dan merasa tidak aman serta dampak fisik bullying juga bisa mengakibatkan cedera fisik, baik ringan maupun berat.

Sementara dampak negatif bullying bagi pelaku, anak yang melakukan bullying cenderung mengembangkan perilaku antisosial di masa depan dan pada masalah hukum bullying dapat berujung pada pelanggaran hukum hingga kesulitan bersosialisasi.

‘’Meskipun terlihat berkuasa, pelaku bullying seringkali memiliki masalah dalam menjalin hubungan sosial yang sehat,’’ lanjutnya.

Oleh karena itu, Leksi menyarankan agar pihak sekolah menciptakan lingkungan yang aman, pengembangan karakter siswa dengan melakukan sosialisasi anti-bullying, mengajarkan empati, rasa hormat, dan keadilan.

Lalu, melakukan deteksi dini, meningkatkan kesadaran dan partisipasi guru dan orang tua hingga sosialisasi menciptakan iklim sekolah yang suportif. ‘’Ini bagian penting untuk diperhatikan oleh pihak sekolah dan orang tua siswa,’’ tutupnya.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version