Home Info Daerah Seluma Capaian Kampung Nelayan Baru 61 Persen, Proyek Dipastikan Molor

Capaian Kampung Nelayan Baru 61 Persen, Proyek Dipastikan Molor

Capaian Kampung Nelayan
MOLOR: Kegiatan Pembangunan Kampung Nelayan baru mencapai 61 Persen, sehingga dipastikan molor alias tidak akan selesai hingga habis kontrak.

BencoolenTimes.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Penago I, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, dipastikan molor dari jadwal. Hingga H-10 berakhirnya kontrak kerja pada 31 Desember 2025, progres fisik proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu baru mencapai 61,7 persen.

Dengan sisa waktu yang sangat terbatas, kecil kemungkinan proyek yang dikerjakan PT. Karsa Prabala (KP) tersebut bisa dirampungkan sesuai kontrak. Keterlambatan ini sekaligus menegaskan lemahnya pengendalian waktu pada proyek strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Kontraktor pelaksana PT Karsa Prabala melalui perwakilannya, Dimy, mengakui pengerjaan KNMP tidak akan selesai tepat waktu sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja.

‘’Dengan progres baru 61,7 persen, kami memastikan pekerjaan tidak akan rampung sampai kontrak berakhir pada 31 Desember 2025 yang hanya menyisakan 10 hari lagi,’’ ujar Dimy.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama keterlambatan. Atas kondisi tersebut, pihaknya siap menempuh skema adendum atau penambahan waktu pengerjaan.

‘’Pasti kami dikenakan adendum. Kami dari PT Karsa Prabala siap mengikuti dan melaksanakan adendum tersebut,’’ jelasnya.

Konsekuensi dari adendum itu tidak ringan. PT Karsa Prabala harus membayar denda keterlambatan sebesar 1.000 permil atau lebih dari Rp 200 juta per hari, mengacu pada nilai kontrak proyek yang mencapai Rp 22,1 miliar.

‘’Suka tidak suka, kami akan mengikuti skema adendum ini sebagai bentuk tanggung jawab atas pekerjaan yang sudah terikat kontrak,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Penago I, Rustam Efendi, menegaskan pihak pemerintah desa tidak mau terlibat dalam persoalan teknis keterlambatan proyek.

‘’Kami tidak mau tahu soal itu. Yang kami mau, KNMP ini selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ tegas Rustam.

Rustam juga mengakui keterlambatan proyek sudah terlihat sejak awal, bahkan menurut pengamatannya progres di lapangan baru berkisar 50 persen.

‘’Kami berharap PT Karsa Prabala benar-benar komitmen menyelesaikan proyek ini. Uang negara yang dikucurkan tidak sedikit dan harus bisa dimanfaatkan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat,’’ pungkasnya.(LRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version