Home Info Daerah Seluma Curah Hujan Tinggi, Diduga PT. SSL Buang Limbah Malam Hari

Curah Hujan Tinggi, Diduga PT. SSL Buang Limbah Malam Hari

Curah Hujan Tinggi
LIMBAH: Pengecekan limbah PT. SSL oleh pemerintah dan dewan Seluma pada tahun 2025 lalu.

BencoolenTimes.com – Curah hujan tinggi yang terjadi saat ini, diduga dimanfaatkan pihak PT. SSL yang diduga membuang limbah saat kondisi malam hari ke aliran sungai.

Curah hujan tinggi yang masih terjadi saat ini, termasuk di wilayah Kaupaten Seluma, menjadi salah satu upaya pihak PT. SSL menutupi dugaan pencemaran dengan membuang limbah mereka pada malam hari ke aliran sungi yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Salah Seorang warga Sukaraja enggan di tulis namanya mengutarakan jika aroma tidak sedap yang terjadi akhir akhir ini diduga kuat sengaja dilakukan oleh manajemen PT SSL tersebut. Mengingat aroma tidak sedap juga kerap timbul dikala setelah seharian hujan turun.

‘’Akhir-akhir ini aroma tidak sedap kami terima selaku warga desa penyangga ini, Ditambah lagi desas desusnya limbah sengaja di buang ke aliran anak sungai yang ada di padang pelawi,’’ sampainya sembari meminta namanya untuk tidak di tulis.

Menurutnya, bukan dirinya saja selaku warga Sukaraja, melainkan juga sejauh ini setidaknya sudah ada warga di lima desa penyangga yang mengeluhkan masalah bau tidak sedap yang diduga dari limbah PT. SSL.

Masyarakat desa yang ikut mengeluhkan bau tidak sedang tersebut, mulai dari Desa Tang Sebaris, Desa Lubuk Sahung, Desa Talang Benuang, Desa Sukamaju dan Desa Taba Lubuk Puding.

Aroma tidak sedap ini sudah di rasakan jauh sebelum  dugaan pembuangan limbah ke aliran anak sungai yang berada persis di belakang lokasi pengolahan PT. SSL tersebut.

‘’Tahun 2025 aksi protes sudah dilakukan terhadap aroma limbah ini. Namun tidak berkesudahan, ironisnya terbaru dugaan pembuangan limbah dengan sengaja justru dilakukan,’’ keluhnya.

Dikatannya lagi, hal ini jika tetap di biarkan maka tidak menutup kemungkinan aksi serupa akan terulang. Berupa aksi demo ataupun penolakan terhadap PT. SSL ini.

‘’Kami juga kawatir dengan kondisi seperti ini, jika di diamkan maka akan dampaknya semakin membahayatan dan di satu sisi intimidasi dari perusahaan juga terjadi,’’ katanya lagi.

Diketahui, awal tahun 2025 lalu  dari sidak yang dilakukan pemerintah daerah dan anggota DPRD Seluma beberapa waktu lalu mendapati Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAl) belum maksimal berfungsi.

Sehingga menghasilkan udara dan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga di desa penyangga dan sekitarnya. Selain itu, manajemen mengakui jika masih ada kekurangan, sehingga menjadi atensi manajemen untuk dilakukan perbaikan ke depannya.

Sementara itu, Manager PT. SSL Widiyanto yang coba dikonfirmasi media ini, belum memberikan respon, termasuk saat coba dihungi melalui Telephone Genggam atau Handphonenya.(LRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version