Home Kota Bengkulu Diduga Belum Bayar Tagihan, Kantor PT. AK Digembok

Diduga Belum Bayar Tagihan, Kantor PT. AK Digembok

Diduga Belum Bayar Tagihan
GEMBOK: Diduga belum bayar tagihan senilai Rp 750 Juta, Kantor PT. Adhi Karya di gembok salah satu vendor, terkait pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Bengkulu (UNIB).

BencoolenTimes.com – Diduga belum bayar tagihan senilai Rp 750 Juta, Kantor PT. Adhi Karya di gembok salah satu vendor, terkait pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Bengkulu (UNIB).

Diduga belum bayar tagihan selama dua tahun belakangan, salah satu vendor lakukan penggembokan Kantor PT. AK yang berada di area proyek pembangunan RS UNIB, Selasa, 28 April 2026.

Tindakan tersebut dilakukan diduga sebagai bentuk kekecewaan atas tagihan senilai Rp 750 juta yang disebut belum dibayarkan selama dua tahun. Selain itu, aksi tersebut juga sebagai bentuk protes terbuka dari pihak vendor.

Salah satu vendor, Fredy, mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah berbagai upaya penyelesaian secara persuasif tidak membuahkan hasil.

”Kami datang hari ini karena kecewa terhadap PT. Adhi Karya. Kalau tanpa vendor, tidak mungkin bangunan ini bisa berdiri kokoh seperti sekarang,” sampai Fredy.

Menurut Fredy, pembayaran tagihan kepada dirinya belum diselesaikan sejak tahun 2024 hingga saat ini. Meskipun mereka mengaku telah berulang kali melakukan penagihan secara kekeluargaan, namun hanya menerima janji tanpa kepastian.

‘”Sudah dua tahun sejak 2024 tagihan saya belum dibayarkan. Saya sudah jalankan proses baik-baik, tapi hanya dijanjikan saja,” sebut Fredy.

Fredy menyebut nilai total tagihan yang belum dibayarkan mencapai Rp 750 juta, yang berasal dari berbagai kebutuhan proyek seperti alat pelindung diri (APD), pasir, batu split, multiplex, serta material proyek lainnya. ”Semua barang itu sudah digunakan dalam pembangunan,” tegas Fredy.

Tidak hanya di Bengkulu, Fredy juga mengaku telah mendatangi kantor pusat PT. Adhi Karya di Jakarta sebanyak dua kali guna menuntut penyelesaian pembayaran, namun hingga kini belum ada hasil konkret. ”Saya sudah dua kali datang ke kantor pusat di Jakarta, tapi belum juga ada kejelasan,” ungkap Fredy.

Karena merasa seluruh jalur komunikasi tidak membuahkan hasil, vendor akhirnya memilih menggembok kantor proyek sebagai bentuk tekanan agar persoalan segera diselesaikan.

Aksi tersebut menutup akses ke kantor kontraktor di area proyek pembangunan Rumah Sakit UNIB dan menarik perhatian sejumlah pekerja serta pihak terkait di lokasi.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version