BencoolenTimes.com, – Ketua Komisi l DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler kritik Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Bengkulu dinilai stagnan setiap tahunnya.
Menurutnya, klaim Pemprov Bengkulu atas pencapaian pengendalian inflasi terbaik dan pertumbuhan ekonomi terbaik tidak diikuti dengan capaian PAD Provinsi Bengkulu yang pertambahannya tidak maksimal.
“Sejak saya menjabat anggota DPRD pada tahun 2019 hingga saat ini, PAD Pemprov Bengkulu tidak pernah ada peningkatan yang signifikan. Dan belum lama ini, Gubernur Bengkulu menyampaikan nota anggaran pada tahun 2024 hanya sebesar 2.6 Triliun ini menunjukkan bahwa Pemprov Bengkulu tidak mau keluar dari zona nyaman,” ungkap Dempo, Selasa (18/9/2023).

Dempo menyebut, Pemprov Bengkulu memiliki potensi PAD untuk ditingkatkan lebih besar lagi hingga mencapai angka 3 Triliun lebih apabila Pemprov Bengkulu bekerja secara sungguh-sungguh.
“Setiap hari orang bertambah membeli mobil, membeli kendaraan motor dan ini pasti diikuti pertambahan pembelian BBM. Artinya akan bertambah pajak dan lain-lainnya,” ungkapnya.
Apalagi belum lama ini, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa Pemprov Bengkulu mendapatkan dana bagi hasil dari pemerintah pusat melalui sektor perkebunan kelapa sawit.
“Seharusnya target PAD Pemprov Bengkulu bertambah setiap tahunnya untuk kemajuan pembangunan Bengkulu dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” tukasnya. (JRS)






