
BencoolenTimes.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Besurek Room lantai III Santika Hotel Bengkulu.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, serta seluruh unsur Forkopimda seperti Kapolresta, Kajari, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Sekda Kota Bengkulu, Pengadilan Negeri, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Basarnas, staf ahli, para asisten, dan seluruh Kepala OPD.
Salah satu fokus utama FGD yakni pembahasan Dampak Bencana Sumatera dan Mitigasi Menghadapi Cuaca Ekstrem, yang menyoroti kesiapsiagaan Kota Bengkulu sekaligus solidaritas kepada daerah terdampak bencana.
Dalam arahannya, Walikota Dedy mengungkapkan, Pemkot Bengkulu telah memulai penggalangan dana untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
‘’Kami akan antarkan langsung bantuan pada 10 Desember 2025. Tanggal 8 menjadi batas akhir penggalangan dana,’’ ungkap Dedy Wahyudi.
Kota Bengkulu menargetkan pengumpulan dana Rp 200 juta, sementara tingkat provinsi diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Dalam pertemuan tersebut, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan serangkaian instruksi kepada seluruh jajaran.
Diantaranya, Lurah, RT dan Linmas diminta lakukan konsolidasi dan koordinasi siaga bencana. Segera laksanakan simulasi kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Kemudian untuk Camat, diminta konsolidasikan langkah-langkah penanganan bencana bersama seluruh lurah dalam wilayahnya. Sedangkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk BPBD diminta pastikan peralatan kedaruratan, dapur umum, logistik dan tim reaksi cepat (TRC) dalam kondisi siap.
Selanjutnya, untuk Dinas Sosial, diminta aktifkan relawan Tagana untuk kesiapsiagaan lapangan. Dinas Kesehatan diminta pastikan kesiapan tim medis dan tenaga kesehatan.
Lalu untuk Dinas PU, lakukan verifikasi ulang seluruh titik evakuasi bencana dan segera ganti atau pasang ulang tanda evakuasi yang hilang atau rusak bekerja sama dengan BPBD dan Basarnas.
‘’Kita harus waspada, pastikan semua peralatan, tim dan titik evakuasi siap. Tidak boleh ada yang terlewat,’’ tegas Walikota.
Dengan adanya instruksi yang tegas dan terarah tersebut, Pemkot Bengkulu berharap seluruh unsur pemerintahan lebih sigap dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.(JUL/RMC)





