Home Bisnis Forum Bulog Bengkulu Tak Sediakan Minyak Goreng

Forum Bulog Bengkulu Tak Sediakan Minyak Goreng

Forum Bulog Bengkulu Tak Sediakan Minyak Goreng

BencoolenTimes.com, – Penyebab Kantor Wilayah Perum Bulog Bengkulu belum menyediakan minyak goreng.

Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum Bulog Bengkulu, Irfan Arfian mengatakan, Bulog Bengkulu menguasai beberapa bahan pangan diantaranya berupa beras, tepung terigu, beras fortivit dan daging kerbau beku. Namun, terkait persediaan minyak goreng saat ini di Perum Bulog Bengkulu belum tersedia. Kamis, (10/02/2022).

Sambung, Irfan Arfian bahan pangan seperti beras yang terdiri dari beras CBP dan beras kom, beras fortivit, tepung terigu, dan daging kerbau beku sekarang sedang diminta di Kantor Bulog Pusat.

“Bulog Bengkulu untuk komoditas yang dikuasai itu kita punya beras. Beras itu ada CBP, beras kom, beras fortivit, terus kemudian kita punya tepung terigu. Untuk daging kerbau beku saat ini sedang kita lakukan permintaan ke Kantor Pusat. Mudah-mudahan tidak lama daging kerbau beku masuk ke Bulog Kanwil Bengkulu,” ujar Irfan.

Terkait minyak goreng, Irfan Arfian menyampaikan, saat ini stok minyak goreng belum tersedia dikarenakan Bulog bukan sebagai distributor tetapi sebagai operator dari kebijakan pemerintah, salah satunya kebijakan dari Kementerian Perdagangan.

“Untuk stok minyak goreng, saat ini belum tersedia. Karena Bulog disini bukan sebagai distributor,” ungkap Irfan.

Sementara itu, pihak Bulog Bengkulu telah melakukan koordinasi dengan dinas perdagangan Provinsi dan distributor-distributor yang ada di Bengkulu seperti Telaga Mas, Sungai Budi, dan Wilmar – minyak goreng Siip.

“Berdasarkan informasi yang didapat dari distributor tersebut, stok minyak goreng kosong jadi pihak kita tidak dapat melakukan pembelian minyak goreng,” tambahnya.

Tidak adanya stok minyak goreng bisa saja dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO) harganya sedang tinggi. Hal tersebut menyebabkan pabrik-pabrik kesulitan untuk memproduksi minyak goreng.

“Bulog belum bisa melakukan pembelian minyak goreng karena stok dari distributornya pun kosong,” ujar Irfan.

Irfan Arfian juga mengatakan, Pihak Bulog telah melakukan pemantauan ke pasar modern dan pasar tradisional. Harga penjualan minyak goreng di pasar tradisional didapati sekisaran Rp. 13.000,00 – Rp. 14.000,00 per liter.

Sedangkan untuk di pasar modern seperti Indomaret, Alfamart, dan Hypermart kemungkinan sudah ada kebijakan dari Disperindag melalui distributor-distributor  minyak goreng seharga  Rp. 14.000,00 per liter.

Irfan berharap semoga dalam waktu dekat harga minyak goreng segera turun dan stabil. (Cw)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version