Home Info Kota Gubernur Rakor Antisipasi “Badai” Virus Omicron

Gubernur Rakor Antisipasi “Badai” Virus Omicron

Gubernur Rakor Antisipasi "Badai" Virus Omicron

BencoolenTimes.com, – Gubernur Bengkulu Rapat koordinasi (Rakor) bersama unsur Forkompinda beserta Walikota dan Bupati Se-Bengkulu membahas penanganan Covid-19 di wilayah Bengkulu, Selasa (15/2/2022).

Gubenur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, kemunculan varian Omicron menambah kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, sehingga diperlukan dobrakan untuk antisipasi lonjakan kasus lebih tinggi seperti varian delta sebelumnya.

“Hasil rapat koordinasi ada beberapa yang disepakati seperti memastikan satgas Covid-19 harus diaktifkan, pola vaksinasi massal dan serbuan vaksin secara berjenjang dangan didukung PTT di Kabupaten dan Kota digencarkan kembali,” ungkap Rohidin.

Rohidin meminta, agar Kabupaten dan Kota Bengkulu membuat komitmen perjanjian kinerja untuk capaian vaksinasi di tingkat Kecamatan maupun Desa mencapai target. Selain itu, kesiapan Rumah Sakit dan tenaga kesehatan untuk menangani kasus Covid-19.

“Memang posisi BOR di Bengkulu masih rendah sekitar 17 persen, namun akhir-akhir ini kasus Covid-19 cukup tinggi,” bebernya.

Terakhir, Gubernur Rohidin mengajak masyarakat harus menaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan mengaktifkan aplikasi peduli lindungi di instansi pemerintahan, bahkan di pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengungkapkan, kasus aktif di Bengkulu sudah mencapai angka 558 kasus, dari total 615 kasus, dengan angka kesembuhan 17 kasus, dan angka kasus meninggal dunia akibat terjangkit virus Covid per Januari-Februari sudah 18 kasus.

Ada beberapa daerah tingkat vaksinasi rendah yakni Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Seluma, Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu yang perlu penanganan khusus untuk meningkatkan capaian vaksinasi pada lansia.

“Peningkatan kasus di Provinsi Bengkulu memang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan provinsi lain serta rata-rata dilevel 2 sedangkan Kota di level 3,” jelas Herwan.

Turut hadir, Kepala Kejati Bengkulu, Agnes Triani, SH.MH, Sekda Provinsi Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Unsur Forkompinda Provinsi Bengkulu dan secara daring Bupati dan Walikota beserta seluruh unsur Forkompinda Kabupaten dan Kota Bengkulu. (JRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version