
BencoolenTimes.com – Dengan menggunakan Combine Harvester, Dandim 0425/Seluma, Letkol Kav. Yuliansyah, turun langsung mengikuti kegiatan panen bersama di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja.
Kegiatan ini sekaligus merupakan wujud mendukung upaya Swasembada Pangan Nasional di persawahan binaan mereka. Kali ini, petani sedikit tersenyum lebar setelah luasan 1 Hektar persawahan mampu menghasilkan 7 Ton/hektar sampai 7,5 Ton/hektarnya, bahkan harga gabah kering pun di atas harga pemerintah tetapkan.
‘’Alhamdulillah hasil gabah yang di dapat dan harga gabah meningkat di bandingkan tahun sebelumnya. Total keseluruhan hamparan persawahan di sini mencapai 186 Hektar dan secara bertahap sudah memasuki masa panen dan dua minggu kedepan akan dipastikan akan selesai panen,’’ sampai Dandim.
Dijelaskan Dandim, Untuk hasil dari penemuan ini sendiri gabah ini sendiri sudah di hargai Rp 6500/kg. Namun tren positifnya harga gabah kering sendiri di sini sudah di atas harga pemerintah tetapkan.
Untuk luasan kawasan persawahan 186 H ini di targetkan untuk tanam tiga kali dalam satu tahun. ‘’Alhamdulillah harga gabah sudah meningkat dan hasil pengen per hektarnya di kawasan Ini juga meningkat pada kali ini,’’ jelas Dandim.
Dandim melanjutkan, dengan menggunakan alat baru sampai dari kementrian berupa Combine harvester. Disampaikan, ini merupakan alat pemanen padi yang mampu menggabungkan kegiatan pemotongan, pengangkutan, perontokkan, pembersihan, sortasi, dan pengantongan dalam satu proses kegiatan yang terkontrol.
‘’Alat baru dicoba ini untuk pemanenan padi memiliki banyak keuntungan, mulai dari menghemat waktu panen dan pemanenan lebih cepat karena menggunakan mesin. Selain itu peluang kehilangan hasil panen padi juga berkurang,’’ imbuh Dandim.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Sugiarto menegaskan, kawasan persawahan seluas 186 H ini, setiap tahunya ditanam tiga kali, namun untuk hasil yang di peroleh tidak menentu. Tapi Alhamdulillah panen ketiga kali ini mampu melebihi hasil sebelumnya.
‘’Jelas ini juga tidak lepas dari peran TNI dalam membina, mulai dari masa tanam, pemupukan hingga pemeliharaan dari hama dan kebutuhan air untuk kawasan persawahan ini,’’ ungkap Sugiarto.(LRS)





