Home Pemprov Bengkulu Kapal Tongkang Kandas Karena Pendangkalan Pulau Baai

Kapal Tongkang Kandas Karena Pendangkalan Pulau Baai

Kapal Tongkang Kandas
Penumpang Kapal Pulo Tello dievakuasi menggunakan Kapal Basarnas khusus SAR Pelabuhan.

BencoolenTimes.com – Kapal Tongkang kandas di Pintu Alur Pelabuhan Pulau Baai diduga lantaran karena pendangkalan. Kondisi tersebut berdampak terhadap lalulintas laut, khususnya keluar masuk kapal, termasuk Kapal Pulo Tello.

Kapal Tongkang kandas di pintu Alur Pelabuhan Pulau Baii mengakibat Kapal Pulo Tello sempat terhambat alias tidak bisa bersandar di Dermaga Pelabuhan Pulau Baai. Bahkan 20 penumpang yang diangkut dari Pulau Enggano, Rabu siang, 1 Januari 2025, harus di evakuasi menggunakan Kapal Basarnas khusus SAR Pelabuhan.

Kepala UPTD Pelayaran Bengkulu, Syafril mengungkapkan bahwa, sekitar pukul 12.00 WIB, Kapal Pulo Tello tidak bisa masuk dan bersandar ke Dermaga Pelabuhan Pulau Baai, lantaran Kapal Tongkang melintang di alur pintu pelabuhan, karena mengalami kandas.

Sehingga, kata Syafril, sebanyak 20 penumpang yang dibawa dari Pulau Enggano, dievakuasi menggunakan Kapal Basarnas. ‘’Iya, ada kapal tongkang kandas di pintu masuk alur, Kapal Pulo Tello dari Pulau Enggani tidak bisa lewat, dan disepakati oleh penumpang, mereka dijemput pakai Kapal Basarnas,’’ sampai Syafril.

Baca Juga : yodan-land-group-hadirkan-pendidikan-menengah-berkualitas

Dilanjutkan Syafril, Kapal Pulo Tello akhirnya bisa melintas ekitar pukul 16.00 WIB bisa bersandar ke Dermaga Pelabuhan Pulau Baai. Meski penumpang Kapal Pulo Tello sudah dievakuasi sebelumnya, namun masih ada kendaraan, muatan barang dan barang bawaan penumpang di kapal tersebut.

‘’Untuk Kapal Pulo Tello sudah sampai di Dermaga Pulau Baai sekitar pukul 16.00 WIB. Kalau untuk Kapal Tongkang masih menunggu air pasang agar bisa dilakukan evakuasi,’’ imbuh Syafril.

//Pendangkalan Hambat Alur Pelabuhan Pulau Baii

Pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Bengkulu. Pasalnya, pendangkalan hambat lalulintas alur di Pelabuhan Pulau Baai, khususnya kapal-kapal besar yang ingin bersandar.

Pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, diketahui sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu dan sangat berdampak terhadap perputaran perekonomian di Provinsi Bengkulu daerah sulit. Bahkan, beberapa hari lalu atau 27 Desember 2024, Pemprov Bengkulu bersama sejumlah stakeholder melakukan pemantauan langsung ke Alur Pelabuhan Pulau Baai.

Plt. Gubernur Bengkulu, H. Rosjonsyah Syahili menyebutkan, Alur Pelabuhan Pulau Baai sebelumnya memiliki kedalaman 7 hingga 11,5 meter dan saat ini mengalami pendangkalan dengan kedalaman yang hanya 1,5 meter.

‘’Alur pelabuhan yang dulunya bisa dimasuki kapal-kapal besar sekarang tidak lagi. Akibatnya berbagai kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak, beras dan lainnya terganggu dan ini merugikan perekonomian Bengkulu hingga ratusan miliar, bahkan triliunan pertahunnya,” kata Rosjonsyah, saat memantau Alur pelabuhan Pulau Baai, Jumat, 27 Desember 2024.

Sementara itu, disaat yang sama, General Manager (GM) Pelindo Regional II Bengkulu, S. Joko beralasan, pendangkalan atau sedimentasi tinggi yang terjadi di Alur Pelabuhan Pulau Baai, disebabkan kondisi cuaca yang sangat buruk beberapa waktu terakhir ini. ‘’Sedimentasi tinggi ini mengakibatkan pendangkalan yang sangat cepat,’’ ucap S. Joko.(JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version