Home Kota Bengkulu KBSB Jadi Pilot Project, Ketua DPD RI Sultan: Ratusan Miliar Anggaran untuk...

KBSB Jadi Pilot Project, Ketua DPD RI Sultan: Ratusan Miliar Anggaran untuk Kesejahteraan Bengkulu

KBSB Jadi Pilot Project
Keterangan: Ketua DPD RI, Sultan Bactiar Najamudin

BencoolenTimes.com – Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu menjadi proyek percontohan (pilot project) kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan pembangunan dengan nilai manfaat mencapai ratusan miliar rupiah untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan, program yang melibatkan TNI-Kopassus, kementerian, DPD RI dan pemerintah daerah tersebut berkembang pesat. Dari rencana awal sekitar 70 titik, pelaksanaannya kini menjangkau lebih dari 700-an titik dengan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Sultan, program KBSB menjadi model baru kolaborasi pembangunan yang memungkinkan persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat diselesaikan secara lebih cepat tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

”Bengkulu alhamdulillah dijadikan pilot project untuk program karya bakti berskala besar. Dan itu untuk pertama kalinya, kita mencari model baru dengan berkolaborasi TNI, militer, para prajurit, DPD sebagai wakil daerah, kemudian dengan stakeholder yang lain kementerian,” ujar Sultan, Selasa, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, cakupan program KBSB diantaranya, pembangunan jembatan, perbaikan rumah, penyediaan air bersih, hingga pelayanan kesehatan. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di sejumlah wilayah Bengkulu.

”Dan alhamdulillah saya mendengar juga, update terbarunya ternyata dari hanya 70 titik, akhirnya berkembang menjadi 700-an titik,” jelasnya.

Sultan menilai, jika dikonversikan ke nilai anggaran, manfaat pembangunan melalui program KBSB mencapai ratusan miliar rupiah. Padahal, pembiayaan sebesar itu semestinya membutuhkan dukungan anggaran yang besar apabila seluruh kegiatan dilaksanakan melalui mekanisme pembangunan reguler.

Namun, melalui kolaborasi lintas sektor, beban pembiayaan tersebut tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Sultan menyebut kontribusi daerah relatif kecil dibandingkan nilai manfaat yang dihasilkan.

”Kalaupun ada sedikit-sedikit semacam dana pendamping atau kontribusi dari beberapa pemda, tapi saya tahu nilainya kecil, ada yang Rp200 juta, Rp300 juta,” sebut Sultan.

Ia menegaskan, program ini patut disyukuri karena membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati pembangunan dan pelayanan dasar tanpa harus menunggu proses penganggaran daerah dalam skala besar.

Sultan juga menekankan pentingnya efektivitas pelaksanaan program. Dengan batas waktu sekitar 60 hari, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar berbagai pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

Pada kesempatan itu, Sultan mengungkapkan belum sempat hadir saat pelaksanaan launching program KBSB beberapa waktu lalu. Namun, ia memastikan akan datang langsung ke Bengkulu pada peresmian hasil pelaksanaan program, kata Sultan, dirinya bersama Panglima Kopassus dan sejumlah pemangku kepentingan akan kembali ke Bengkulu.

”Nanti saya bersama Panglima Kopassus dan beberapa stakeholder yang lain akan datang ke Bengkulu lagi untuk meresmikan itu,” tutup Sultan. (JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version