Home Info Daerah Rejang Lebong Kebun Kopi Tangguh Iklim Layak Jadi Isu Strategis Kabupaten Rejang Lebong

Kebun Kopi Tangguh Iklim Layak Jadi Isu Strategis Kabupaten Rejang Lebong

Kebun Kopi Tangguh
Kegiatan Dialog Koppi Sakti bersama Dinas PMD, DLH dan DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong terkait Aspirasi Kebun Kopi Tangguh Iklim.

BencoolenTimes.com – Kebun Kopi Tangguh Iklim layak menjadi isu strategis di Kabupaten Rejang Lebong. Terlebih dengan potensi perkebuna kopi yang ada di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Kebun Kopi Tangguh Iklim menjadi salah satu aspirasi yang saat ini sedang di kampanyekan Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Kabupaten Rejang Lebong.

Koppi Sakti bahkan sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong membuat kebijakan dan program yang memberdayakan perempuan petani kopi untuk membangun kebun kopi tangguh iklim.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong memberikan respon positif dan siap mendukung.

Bahkan, Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat, Sosial Budaya dan Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Rejang Lebong, Rina Sari Sakti menilai, aspirasi tersebut layak untuk diangkat menjadi isu strategis Kabupaten Rejang Lebong.

‘’Program Kebun Kopi Tangguh yang menjadi Aspirasi Koppi Sakti Kabupaten Rejang Lebong, layak menjadi isu strategis kabupaten,’’ kata Rina dalam Dialog Kebijakan Rejang Lebong Terkait Perempuan, Kopi dan Perubahan Iklim yang didukung oleh Canada Fund for Local Initiatives (CFLI)–Kedutaan Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste.

Supaya bisa menjadi isu strategis kabupaten, sebut Rina, Koppi Sakti Rejang Lebong disarankan agar melakukan presentasi di Dinas PMD Kabupaten Rejang Lebong.

Sehingga, Dinas PMD Kabupten Rejang Lebong bisa mengkoordinasikannya ke Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Rejang Lebong.

Agar nantinya seluruh OPD Teknis lainnya bisa diundang untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dari isu ini. ‘’Kapan pun ibu-ibu bisa datang ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (untuk presentasi),’’ sebut Rina.

Untuk diketahui, Kabupaten Rejang Lebong memiliki peran strategis dalam sektor perkopian di Provinsi Bengkulu dan Indonesia. Dengan areal perkebunan kopi robusta rakyat seluas 29.854 hektare.

Menurut Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021 – 2023, Rejang Lebong merupakan kabupaten dengan areal perkebunan kopi robusta rakyat terluas pertama di Provinsi Bengkulu dan terluas keenam di Indonesia.

Sebanyak 21.252 keluarga petani yang terlibat dalam budidaya kopi robusta. Selain telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi, kopi robusta juga telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Rejang Lebong.

Kebun Kopi Tangguh Iklim
Dinas PMD, DLH, DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, siap mendukung aspirasi Kebun Kopi Tangguh Iklim dari Koppi Sakti.

Dalam dialog tersebut, Koppi Sakti Rejang Lebong mengungkapkan bahwa perubahan iklim telah menimbulkan dampak negatif terhadap kopi dan perempuan petani kopi.

Dampak perubahan iklim terhadap kopi antara lain, menurunkan kuantitas dan kualitas hasil panen, memperbesar potensi gagal panen, meningkatan kerentanan diserang hama dan penyakit, dan meningkatkan biaya perawatan kebun.

Sedangkan dampak terhadap perempuan petani kopi antara lain, menghambat dalam perawatan, pemanenan dan pengolahan hasil panen, memperberat beban mengelola keuangan rumah tangga dan memperbesar kerentanan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Serta memperbesar potensi mengalami stres dan depresi, dan bisa mengakibatkan tradisi ganti hari, menyemang dan ngendang kopi menghilang.

Koppi Sakti Rejang Lebong juga mengemukakan, sejumlah kearifan/praktik lokal dalam pengelolaan kebun kopi yang relevan dengan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Berapa kearifan/praktik lokal tersebut antara lain, berpola polikultur (menanam beragam pepohonan, tanaman sayur dan rempah), menggunakan cara manual dalam mengendalikan rerumputan, tidak membakar rerumputan, dedaunan dan reranting pohon kopi maupun pohon lainnya.

Kemudian memanfaatkan rerumputan, dedaunan dan reranting pohon kopi dan pohon lain sebagai mulsa organik dan pupuk organik, memanfaatkan sekam padi sebagai pupuk organik, tidak menggunakan pestisida kimia, membuat lubang angin (mini rorak), dan membuat tempat penampungan air hujan.

Menurut Koppi Sakti Rejang Lebong, perempuan petani kopi perlu merevitalisasi berbagai kearifan/praktik lokal dalam pengelolaan kebun kopi yang relevan dengan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk membangun kebun kopi yang mereka sebut dengan istilah kebun kopi tangguh iklim.

Dengan dukungan CFLI – Kedutaan Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, sebanyak 42 orang perempuan petani kopi yang tergabung dalam Koppi Sakti Desa Tebat Tenong Luar mulai membangun kebun kopi tangguh iklim di areal seluas 61,72 hektare.

Begitu pula di Desa Mojorejo, sebanyak 37 orang perempuan petani kopi yang tergabug dalam Koppi Sakti Desa Mojorejo mulai membangun kebun kopi tangguh iklim di areal seluas 50,94 hektare.

Oleh karena itu, Koppi Sakti Rejang Lebong menilai, Pemda Kabupaten Rejang Lebong perlu membuat kebijakan dan program untuk memberdayakan perempuan petani kopi lainnya untuk membangun kebun kopi tangguh iklim.

Hasil penghitungan Koppi Sakti Kepahiang, dana yang dibutuhkan untuk memfasilitasi perempuan petani kopi membangun kebun kopi tangguh iklim berkisar Rp 1,5 juta – Rp 3 juta per hektare, yang manfaatnya bisa dirasakan selama belasan bahkan puluhan tahun.

Sementara itu, perwakilan dari DLH Kabupaten Rejang Lebong, Deni Aprianto mengatakan, beberapa program DLH relevan dengan upaya yang didorong oleh Koppi Sakti Rejang Lebong untuk membangun kebun kopi tangguh iklim.

Diantaranya, program pembibitan pepohonan, pembuatan pupuk organik, pembuatan pestisida organik dan pembuatan rorak (lubang angin). ‘’Jadi silakan ibu-ibu ajukan proposal atau datang ke kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk mendiskusikannya lebih lanjut,’’ saran Deni.

Sedangkan perwakilan dari DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Azizah, juga menyarankan agar Koppi Sakti Rejang Lebong beraudiensi dengan Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong. ‘’Sehingga, pimpinan kami bisa menindaklanjutinya,’’ tambah Azizah.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version