Home Pemprov Bengkulu Kondisi Alur Pelabuhan Tidak Kunjung Normal, Berikut Berbagai Alasan Pelindo

Kondisi Alur Pelabuhan Tidak Kunjung Normal, Berikut Berbagai Alasan Pelindo

Kondisi Alur Pelabuhan
PENDANGKALAN: Kondisi Alur Pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan, hingga saat ini tidak kunjung normal. Hal ini sangat jauh berbeda dengan janji Pelindo saat pertama mengawali pengerukan, bahwa mereka optimis dalam seminggu Alur Pelabuhan Pulau Baai kembai normal.

BencoolenTimes.com – Kondisi Alur Pelabuhan Pulau Baai hingga saat ini tidak kunjung normal. Hal ini sangat jauh berbeda dengan janji Pelindo saat pertama mengawali pengerukan, bahwa mereka optimis dalam seminggu Alur Pelabuhan Pulau Baai kembai normal.

Meskipun beberapa waktu lalu, sempat ada harapan yang mengobati keresahan sesaat masyarakat Pulau Enggano, namun itu karena dibantu Air Laut yang sedang pasang sehingga meningkatkan kedalaman alur dan Kapal Pulo Tello bisa melintas.

Nyatanya, saat KMP Pulo Tello pulang ke Pelabuhan Pulau Baai, para penumpang harus dievakuasi di pintu gerbang menggunakan kapal kecil, karena Alur Pelabuhan Pulau Baai kembali mendangkal.

Intinya, Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu yang dilaksanakan Pelindo, sepertinya memang belum bisa membuktikan apa-apa. Karena hingga Rabu, 23 April 2025, kapal-kapal besar belum bisa bersandar di dermaga pelabuhan tersebut.

Dibalik itu semua, berbagai alasan disampaikan pihak PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu, terkait belum ada tanda-tanda kondisi Alur Pelabuhan Pulau Baai akan kembali normal.

Manager Komersial dan Kepatuhan, Pelindo Regional 2 Bengkulu, Doddy Setiawan menjelaskan, pengerukan alur pelabuhan yang dangkal sempat terhenti beroperasi disebabkan cuaca yang kurang mendukung.

‘’Penghentian itu dikarenakan adanya badai kemarin dan dimana bila sudah kondisi badai maka peralatan yang ada itu tidak maksimal,’’ jelas Doddy, Rabu, 23 April 2025.

Kendala lainnya, kata Doddy, terjadinya pasang surut air laut menyebabkan alat berat yang bekerja melakukan pengerukan tidak bisa bekerja secara optimal. Kemudian, juga alat-alat yang digunakan sempat mengalami kerusakan karena digunakan secara terus- menerus.

‘’Saat air pasang surut, alat-alat bongkar muat khususnya excavator itu memang tidak bisa bekerja maksimal. Makanya kita bekerja itu ada waktunya juga,’’ kata Doddy.

‘’Ada beberapa alat yang memang terkendala karena melakukan proses kegiatan secara terus menerus sehingga beberapa mesin terkendala,’’ sambung Doddy.

Doddy memastikan bahwa, pihak PT. Pelindo terus melakukan upaya secara optimal hingga akhirnya alur pelabuhan Pulau Baai bisa dilewati oleh kapal-kapal seperti biasanya. ‘’Sekarang tetap berprogres pengerjaannya,’’ tutup Doddy.(JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version