BencoolenTimes.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, M. Gustiadi alias Edi Tiger, menyoroti kondisi lahan persawahan yang kian tahun kian menyusut dalam wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Untuk itulah, Edi Tiger meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi bengkulu.
Hal tersebut didasari fenomena alih fungsi lahan yang kian tahun kian marak terjadi di Provinsi Bengkulu. Dimana, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian (TPHP) Provinsi Bengkulu, lahan persawahan di Bengkulu hanya menyisakan berkisar kurang lebih 45.000 hektare.

‘’Perlu disadari bahwa lahan persawahan yang menyusut dapat berdampak negatif pada produksi pangan dan kesejahteraan petani. Untuk itu, Pemerintah harus bertindak untuk mengatasi masalah ini. Inikan bakal berdampak untuk ke depan,’’ ungkap Politisi Gerindra ini di ruangan kerjanya, Kamis (7/3/2024).
Edi Tiger menambahkan, Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya pemulihan dan pengembangan lahan pertanian yang di kawasan sentra potensial di beberapa wilayah.
‘’Ini tentu harus jadi perhatian serius bagi kita semua, terutama pemerintah daerah agar Bengkulu yang dulunya terkenal sebagai sentra beras jangan sampai kekurangan beras untuk cukupi kebutuhan masyarakat kita,’’ tukasnya.(JRS)






