Mbah Sariyem tinggal di RT 11 Lempuing. Hampir 3 bulan dia tergolek lemas. Saat kami datang, Mak Gudel -sapaannya- langsung menangis.
Saat diberi kabar mendapat bantuan kursi roda, jemari lemah Mbah Sariyem menggenggam tangan saya. Sudah lama dia mendambakan kursi roda.

“Makasih… Mbah mau beli nggak mampu,” katanya sambil menangis.
Ketika didorong keluar rumah melewati gang sempit, Mbah tampak sumringah. Tatapannya menerawang, karena sudah lama tak keluar rumah. Semoga Mbah sehat dan bahagia.

Kata orang bijak :
“Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita melakukan untuk diri sendiri”.
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Wakil Walikota Bengkulu.
* Kota Bengkulu, Rabu, 10 November 2021






