Home Info Daerah Seluma Mutasi Kepsek di Seluma Dikritisi, Bupati Seluma Diminta Tinjau Ulang

Mutasi Kepsek di Seluma Dikritisi, Bupati Seluma Diminta Tinjau Ulang

Mutasi Kepsek di Seluma
Gambar: Mantan ketua DPRD Seluma, Tenno Heika

BencoolenTimes.com – Mantan ketua DPRD Seluma, Tenno Heika mengkritisi kebijakan mutasi dan rotasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Seluma pada Jumat, 13 Februari 2026 lalu.

Mantan ketua DPRD Seluma menilai kebijakan tersebut sarat kejanggalan, sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang oleh Bupati Seluma, Teddy Rahman.

Menurut Tenno, sejumlah kepala sekolah yang dinonjobkan justru merupakan guru berprestasi dan belum genap dua periode menjabat sebagai Kepsek.

”Ada juga kepala sekolah yang sudah dua periode tidak diberhentikan, hanya dipindah sekolah saja. Sebaliknya, Kepsek belum dua periode dan berprestasi justru diberhentikan,” ujar Tenno, Kamis, 26 Februari 2026.

Selain itu, mutasi dan rotasi Kepsek tidak sepenuhnya mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Ia juga mengaku menerima banyak laporan terkait dugaan praktik tidak etis sebelum pelaksanaan mutasi.

”Saya banyak menerima laporan sebelum mutasi Kepsek kemarin. Ada oknum orang Dikbud yang keliling menawarkan jabatan Kepsek dengan nominal sejumlah uang,” tegasnya.

Sebanyak 149 Kepsek yang dilantik, lanjut Tenno, ada 40 Kepsek di antaranya merupakan guru PPPK. Ia mempertanyakan apakah pengangkatan guru PPPK menjadi Kepsek tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

Disisi lain, Tenno juga menyoroti kebijakan pemindahan guru atau tenaga pendidik yang dinilai tidak mempertimbangkan kecukupan jam mengajar di sekolah tujuan. Akibatnya, banyak guru tidak mendapatkan jam mengajar, bahkan harus berebutan untuk memenuhi ketentuan beban kerja.

”Pihak Dikbud harus membuat langkah dan kebijakan baru dengan merolling guru PNS dan PPPK yang tidak dapat jam mengajar melalui pemberian SPT,” ungkapnya.

Tenno menambahkan, dugaan kebobrokan di tubuh Dikbud Seluma akan sulit terungkap jika para guru dan kepala sekolah tidak berani bersuara. Ia menduga ada intimidasi dari oknum tertentu sehingga banyak pihak memilih diam.

”Saya minta Kepsek atau guru jangan takut. Jika memang benar, ayo bersuara. Sebab banyak yang terzalimi dari mutasi yang dilaksanakan Dikbud ini akibat ulah oknum yang mencari keuntungan dari momen ini,” pungkas Tenno. (RSL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version