BencoolenTimes.com, – Nasib nahas dialami salah satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Bengkulu inisial AR warga Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Pasalnya, remaja yang duduk dibangku kelas 3 SMA tersebut menjadi korban tindak pidana penganiayaan oleh tujuh orang yang tak lain teman sekolahnya.
Nurhayati selaku Bibi korban didampingi Ibu korban saat ditemui wartawan mengungkapkan, korban mendapat penganiayaan dari tujuh orang terduga pelaku. Saat penganiayaan terjadi, korban di kurung di dalam indekos yang ditempati salah satu terduga pelaku. Akibat dugaan penganiayaan yang dialami, korban sempat kritis.
“Anak kami hampir sekarat kemaren, dan Aldamdulillah sekarang sudah membaik. Sempat kritis di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Nurhayati, Senin (8/1/2024).
Nurhayati melanjutkan, korban mengalami luka di bagian kepala dan bahunya geser lantaran diduga dihajar para terduga pelaku, serta mengalami lebam di badan.
Nurhayati menjelaskan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada 30 November 2023 lalu. Sebelum peristiwa itu terjadi, korban sempat berselisih dengan salah satu terduga pelaku. Kemudian, korban dihubungi jika korban mennginginkan perselisihan tersebut damai, maka korban harus datang ke indekos salah satu terduga pelaku.
Korban kemudian datang ke Indekos yang dimaksud, setelah tiba di lokasi, korban diminta masuk ke dalam Indekos. Di sana justru bukan perdamaian yang didapat korban, melainkan korban dikurung lalu diduga dihajar ramai-ramai.
“Pas masuk di dalam rumah (indekos red-), korban nggak tau karena matanya sempat ditutup pakai kain. Jadi korban tidak tau dipukul sama siapa saja dan siapa yang paling brutal,” ungkap Nurhayati.
Bahkan, sambung Nurhayati, waktu dugaan penganiayaan terjadi, menurut pengakuan korban ada terduga pelaku naik ke atas kursi lalu meloncat dan mendarat di tubuh korban sehingga bak di smackdown.
“Kita sudah melapor (polisi red-). Kita berharap ini ditindaklanjutilah karena anak kami ini sudah menderita. Jangan sampai terjadi lagi pengancaman kedepannya, karena anak ini sudah kena mentalnya. Kita berharap segera dituntaskan lah karena kejadiannya sudah sebulan lebih, laporan kita sampaikan setelah kejadian,” demikian Nurhayati. (BAY)






