BencoolenTimes.com – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Pengusaha Kahmi (DPW HIPKA) Provinsi Bengkulu periode 2026–2030 resmi dilantik. Momentum pelantikan ini menandai langkah baru penguatan ekosistem kewirausahaan alumni HMI di Bengkulu. Sekaligus komitmen mencetak pengusaha muslim yang berdaya saing nasional.
Pelantikan ini dihadiri langsung Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi, Sekjen BPP HIPKA Drs Apt Ahmad Muntaha, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, Bupati Bengkulu Tengah Drs Rachmat Riyanto, Direktur Bank Bengkulu Iswahyudi, Ketua Umum BPW HIPKA Provinsi Bengkulu, H Roni Desa, para pimpinan Perbankan dan para alumni dan kader HMI di Provinsi Bengkulu.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyambut hangat terbentuknya kepengurusan baru HIPKA. Ia menilai HIPKA menjadi wadah penting bagi para alumni untuk saling menyokong dan membangun jejaring bisnis.
”Kita berhimpun di organisasi ini agar para alumni saling support. Ke depan, harapannya lahir tokoh-tokoh pengusaha baru untuk masyarakat. Jika dari jalur politik sudah banyak yang sukses, kini saatnya sukses juga sebagai pengusaha,” tutur Dedy.
Hal senada disampaikan Ketua DPW HIPKA Bengkulu, Roni Desa. Ia menggarisbawahi pentingnya pergeseran orientasi para alumni muda yang selama ini cenderung berfokus pada dunia politik.
”Selama ini patron adik-adik alumni setelah lulus adalah berpolitik. Hari ini HIPKA hadir sebagai rumah bersama yang diisi senior-senior pengusaha. Wadah ini harus dimanfaatkan untuk mendorong percepatan ekonomi, khususnya di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan sekitarnya,” tegas Roni.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal BPP HIPKA, Drs Apt Ahmad Muntaha, menekankan bahwa kader HIPKA harus berstatus sebagai pelaku usaha riil memiliki legalitas usaha seperti NIB dan NPWP sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
”Semakin banyak pengusaha, semakin banyak umat Islam yang terentaskan dari kemiskinan. Karena itu, budaya berwirausaha harus terus dibangun melalui peningkatan kompetensi, strategi bisnis, kepemimpinan, dan yang paling utama adalah inovasi produk,” papar Ahmad Muntaha.
Untuk mewujudkan misi tersebut, DPW HIPKA Bengkulu juga menggelar MoU dengan perbankan. Yaitu dengan Bank Bengkulu dan Bank BTN. Termasuk MoU dengan pengurus HIPKA Pusat dalam pengembangan bisnis di Provinsi Bengkulu.
Tidak hanya itu, dalam moment pelantikan, HIPKA Provinsi Bengkulu juga memberikan beasiswa kepada kader HMI dengan IPK diatas 3,5. Tentunya dengan syarat. Yaitu pengurus HMI aktif, dibuktikan dengan jabatan di Komisariat dan memiliki usaha atau bisnis yang sudah mulai dirintis. (**)
