BencoolenTimes.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk mulai focus antisipasi semakin berkurangnya lahan persawahan di Provinsi Bengkulu. Karena semakin hari, jumlah sawah di Provinsi Bengkulu semakin berkurang karena berbagai factor.
Untuk itulah, diharapkan Pemprov Bengkulu bisa meningkatkan realisasi berbagai program yang bersentuhan langsung dengan petani. Apalagi dari 18 program yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu saat ini, setidaknya ada 6 program yang secara tidak langsung diperuntukkan bagi petani, termasuk nelayan.

‘’Program-program tersebut, diantaranya bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan perkebunan. Membeli, menampung hasil produk pertanian dan perkebunan, serta menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani,’’ sampai Ketua DPD HKTI Provinsi Bengkulu, M. Gustiadi alias Edi Tiger.
Dilanjutkan Edi Tiger, ada juga program penerusan status kawasan hutan menjadi hutan sosial kemasyarakatan dan hutan adat untuk petani. ‘’Ini kita harapkan realisasinya bisa di maksimalkan oleh pemprov,’’ lanjut Edi Tiger.
Realita yang ada saat ini, sambung Edi Tiger, sudah banyak petani yang terpaksa jual sawah dan ladang mereka untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Hal ini tidak lain sebagai dampak gejolak ekonomi dan perubahan sosial yang melanda beberapa tahun belakangan.
‘’Kondisi pandemi covid maupun setelahnya yang terjadi beberapa tahun belakangan membuat petani semakin sulit. Sehingga mengakibatkan petani kesulitan untuk mempertahankan mata pencarian tradisional mereka tersebut,’’ sambung Edi Tiger.
Ditambahkan Edi Tiger, kondisi tersebut semaki diperparah dengan meningkatnya alih fungsi lahan pertanian kepada tangan-tangan non petani. ‘’Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan investasi lainnya seperti kolam ikan, bahkan menjadi lahan pemukiman, semakin memperparah kondisi dan inilah yang harusnya di antisipasi kedepannya,’’ demikian Edi Tiger.(JUL)






