Home Kaur Pemuda Kabupaten Kaur Gandir Pakai Nilon

Pemuda Kabupaten Kaur Gandir Pakai Nilon

Pemuda Kabupaten Kaur
PENOLAKAN: Keluarga korban membuat pernyataan penolakan dilakukan otopsi terhadap EE (28) pemuda Kabupaten Kaur yang ditemukan Gandir di dahan pohon dekat Pantai Kaur.

BencoolenTimes.com – Pemuda Kabupaten Kaur, inisial EE (28) warga Kecamatan Luas, ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di dahan sebuah pohon di kawasan Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan.

Pemuda Kabupaten Kaur, inisial EE ditemukan oleh warga yang melintas di sekitar lokasi, pukul 12.30 WIB, Selasa Siang, 14 April 2026, dengan posisi tergantung atau diduga Gantung Diri (Gandir) dengan menggunakan tali Nilon.

Data terhimpun, EE yang belum diketahui motifnya nekat mengakhiri hidup diduga dengan cara Gandir di pohon tersebut, pertama kali ditemukan oleh empat orang warga yang kebetulan melintas di sekitaran lokasi.

Saat itu, keempat warga melihat ada motor Honda Beat terparkir di sekirar lokasi yang merupakan kawasan Pantai. Selanjutnya, Empat warga tersebut mengecek sekitaran lokasi dan melihat korban tergantung di dahan pohon menggunakan seutas Tali Nilon.

Meskipun sempat panik melihat kejadian korban tergantung dipohon tersebut, salah satu dari empat warga tersebut langsung mengubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat, menggunakan Handphone.

Selanjutnya Bhabinkamtibmas yang dihubungi langsung meneruskan informasi tersebut ke Polsek Kaur Selatan dan Polres Kaur. Kemudian anggota Polres Kaur dan Polsek Kaur Selatan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) temuan pemuda Gandir tersebut.

Dari lokasi kejadian, selain korban dan Motor Honda Beat, ditemukan juga diduga barang-barang milik korban. Diantaranya pakaian setengah karung, sandal, topi, handphone, rokok beserta korek api dan dompet berisi dokumen, juga uang tunai Rp 1,83 juta.

‘’Untuk motif belum diketahui dan korban sudah dibawa ke rumah duka, yang sebelumnya di evakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis,’’ terang Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono melalui Kasat Reskrim AKP Tomson Sembiring kepada wartawan.

Ditambahkan Kasat Reskrim, diduga korban sudah tergantung lebih dari dua hari sebelum ditemukan oleh para saksi di lokasi kejadian. Selain itu, diketahui tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‘’Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan penolakan. Karena keluarga korban menganggap peristiwa yang dialami korban adalah musibah,’’ demikian Kasat Reskrim.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version