Home Info Kota Penanganan PMK Terkendala Tenaga Vaksinator

Penanganan PMK Terkendala Tenaga Vaksinator

BencoolenTimes.com, – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu menyebut, upaya penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui vaksinasi PMK terhadap ternak masih belum optimal. Hal ini lantaran dalam pelaksanaan vaksinasi terkendala beberapa faktor seperti hewan ternak yang liar hingga kurangnya tenaga vaksinator di lapangan.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan, kendala terbesar kita yakni banyak hewan yang dilepas liarkan oleh pemiliknya. Kondisi ini masif dan susah dirubah, apalagi kepemilikan hewan ternak oleh masyarakat begitu adanya. Satu orang bisa memiliki lebih dari 25 ekor ternak, dan ternaknya dilepas di kebun-kebun sawit. Ini yang menjadi kendala kita,” ungkap Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, drh. M. Syarkawi, usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Posko PMK Di Provinsi, Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu di Hotel Santika, Kamis (6/10/2022).

M. Syarkawi menyatakan, walaupun hambatan itu terjadi, dengan perjuangan petugas dan upaya yang ada juga mempertimbangkan kondisi, optimalisasi penanganan PMK terus diusahakan oleh Disnakeswan dan jajaran.

“Petugas kita dengan segenap perjuangan, ternak yang sudah tervaksin sudah mencapai 28 ribu dan ini sudah luar biasa,” tutur Syarkawi.

Sementara itu, dalam kondisi faktor kekesediaan tim vaksinator baik provinsi maupun kabupaten/kota, Syarkawi menyebutkan, jumlahnya masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan luasan wilayah Bengkulu dan jumlah ternak yang ada.

“Kalau dibilang cukup masih sangat kurang, jangkauan dan luasan wilayah yang cukup jauh dan kondisi peternakan kita yang rata-rata banyak dilepas liarkan. Sehingga kita berharap, kemarin ada semacam baik dari Babinsa/Bhabinkamtibmas memback up teman-teman di Dinas kabupaten/kota. Tapi sampai saat ini belum dapat dilakukan karena terhambat pelatihan atau Bimtek tim vaksinator ini,” papar Syarkawi.

Dirinya berharap, pemerintah atau Satgas pusat dapat melakukan pelatihan atau Bimbingan Teknis (Bimtek) tenaga vaksinator PMK, yang melibatkan berbagai pihak yang turun dilapangan seperti Bhabinkamtibmas atau Babinsa.

“Setiap Desa atau minimal Kecamatan ada Bhabinkamtibmas/Babinsa yang bisa mencakup wilayah masing-masing. Kita sudah sampaikan kepada tim satgas pusat yang hadir pada hari ini, kita sangat membutuhkan pelatihan untuk tenaga vaksinator, yang melibatkan tim satgas kita dan unsur TNI/Polri,” tukasnya. (JRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version