BencoolenTimes.com, – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Ronny P.L Tobing, SH dengan tegas menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu lalai mengenai lahan samping Bencoolen Mall (BenMall) Kota Bengkulu yang diklaim warga.
Hal ini terungkap saat DPRD Kota Bengkulu hearing dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bengkulu yang terkait dan pihak manajemen Bencoolen Mall (BenMall) Kota Bengkulu membahas soal perizinan dan sebagainya yang belakangan ini dicuatkan belum lengkap, Senin (13/6/2022).
Ronny menjelaskan mengenai lahan BenMall dilihat dari perjanjian, pihak BenMall menyatakan sudah berusaha untuk segera menerbitkan sertifikat. Namun hingga sampai saat ini sejak adanya perjanjian belum ada sertifikat. Menurut Ronny, hal tersebut kelalaian Pemkot Bengkulu sehingga ada terjadinya klaim lahan oleh masyarakat.
“Wajar saja disekitaran wilayah BenMall tanah itu ada yang mengklaim. Nah makanya ini terjadi ketidakjesalan aset-aset yang ada di Kota Bengkulu,” kata Ronny.
Ronny mengungkapkan, pembahasan terkait BenMall belum selesai, karena banyak OPD Pemkot Bengkulu yang tidak hadir. Hal ini juga menjadi sorotan Ronny berkaitan dengan keseriusan Pemkot Bengkulu mengenai persoalan ini.
“Makanya kita melihat keseriusan dari Pemerintah Kota, jangan sampai bentuk-bentuk kelalaian yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak dijalankan,” ungkap Ronny.
Ronny juga menegaskan, agar Pemkot Bengkulu jangan seolah-olah menakut-nakuti investor yang akan masuk ke Kota Bengkulu.
“Padahal yang kami lihat, ini bentuk kelalaian dari Pemkot sendiri. Yang mana banyak sekali isu-isu menarik yang menjadi tugas dan fungsi kami. Dalam waktu dekat, kami akan membentuk Pansus berkaitan dengan permasalah aset yang mana Pemerintah masih lalai,” terang Ronny.
Ronny berharap, hal ini disikapi dengan serius, karena menyangkut investasi yang akan menyumbang PAD besar Kota Bengkulu. Sehingga Pemkot Bengkulu harus aktif jemput bola mengenai persoalan yang menyangkut investasi.
“Jadi kita jangan mempersulit investasi masuk ke Kota Bengkulu. Kita harus aktif jemput bola adapun ada persoalan dan kekurangan-kekurangan masalah perizinan atau apa yang masih kekurangan harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai dianggap nanti ini kalau tidak ada izin disegel, nah ini tidak membuka solusi. Intinya kita mencari PAD untuk kemajuan daerah kita,” jelas Ronny. (Bay)
