BencoolenTimes.com – Tim lomba tuan rumah, Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Rejang Lebong, berhasil meraih juara umum 2 pada ajang SLB Fair Bakatku yang digelar sejak 1 Oktober 2024. SLB 1 RL berhasil mendapatkan tiga piala dalam ajang yang rencananya kembali digelar rutin setiap tahunnya.

Sementara itu, sebagai Juara Umum 1, yaitu SD Negeri 17 Curup Selatan dengan berhasil mendapatkan 4 piala. Serta Juara Umum 3 yaitu SDITKU dengan berhasil meraih 3 piala.

Kegiatan SLB Fair Ajang Bakatku ini diikuti oleh 9 SD umum dalam wilayah Kecamatan Curup Selatan. Serta cabang lomba, masing-masing Fasion Show Pakaian Adat dan Pengantin, lomba solo song serta lomba menggambar dengan tema pariwisata Provinsi Bengkulu.
Diungkapkan Kepala SLB 1 RL, Rosdi, S.Pd, kegiatan yang mereka laksanakan ini menjadi yang perdana setelah 12 tahun yang lalu. Mereka akan berupaya kegiatan SLB Fair berlanjut rutin mulai tahun 2025 mendatang dan seterusnya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, bisa menunjukan dan meyakinkan kepada masyarakat, bahwa SLB dan anak didiknya juga memiliki bakat serta potensi dalam berbagai bidang. Melalui ajang ini, masyarakat juga bisa melihat berbagai potensi kelebihan anak-anak SLB.
‘’Selama ini, peserta didik kita (SLB) selalu dikenal sebagai siswa yang memiliki kekurangan dan sangat berbeda dengan siswa disekolah-sekolah pada umumnya. Namun melalui SLB Fair Ajang Bakatku ini, kita membuktikan, bahwa siswa SLB memiliki kelebihan dibidang masing-masing,’’ sampai Rosdi.
Selain menggali potensi prestasi, lanjut Rosdi, melalui ajang tersebut, mereka ingin meningkatkan kepercayaan diri serta membentuk mental siswa SLB dalam berinteraksi di tengah masyarakat. Sekaligus penerapan program P5, yang harus dijalankan secara maksimal sebagai sekolah penggerak.

‘’Kita berharap dengan kegiatan yang kita laksanakan, bisa secara perlahan mengubah stigma masyarakat, untuk tidak memandang sebelah mata anak-anak kita di SLB. Karena meskipun mereka memiliki kekurangan pada fisik, mereka juga memiliki potensi dan bersaing dalam meraih prestasi, mulai dari tingkat daerah, nasional bahkan pada tingkat internasional,’’ demikian Rosdi.(OIL)






