Home Info Daerah Target PAD 2024 Tidak Tercapai, 2025 Malah Dinaikan

Target PAD 2024 Tidak Tercapai, 2025 Malah Dinaikan

Target PAD 2024
Kepala BPKD Kabupaten Rejang Lebong, Andi Ferdian.

BencoolenTimes.com – Target PAD (Pendapatan Asli Daerah) 2024 yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, realisasinya tidak tercapai.

Target PAD 2024 yang ditetapkan sebesar Rp 76 miliar, hanya bisa tercapai 62 miliar. Seperti yang terungkap dalam rapat evaluasi PAD Pemkab Rejang Lebong beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari halaman web rejanglebongkab milik Pemkab Rejang Lebong.

Namun begitu, Pemkab Rejang Lebong tetap menaikan target PAD yang harus di capai pada Tahun Anggaran (TA) 2025 ini. Target PAD yang sudah ditetapkan Pemkab Rejang Lebong mencapai Rp 93 miliar.

‘’Kita perlu mencari solusi kenapa target PAD selalu tidak tercapai 100 persen. Apa kendala dan permasalahannya, sehingga, kita bisa merealisasikan target PAD 2025,’’ ungkap Asisten III Setkab Rejang Lebong, Sumardi dalam rapat.

Sementara Kepala BPKD, Andi Ferdian, menjelaskan bahwa target PAD 2024 sebesar Rp 76 miliar dan realisasi hanya mencapai Rp 62 miliar. ‘’Lalu target PAD Tahun Anggaran 2025 yang sudah tertuang dalam APBD 2025 mencapai Rp 93 miliar,’’ sebut Andi.

‘’Target ini lebih tinggi dibanding target PAD 2024 sebesar Rp 76 miliar dan terealisasi Rp 62 miliar,’’ ujar Andi Ferdian.

Idealnya, ungkap Andi, rincian realisasi penerimaan PAD dalam setiap Triwulan, yaitu Triwulan I sebesar 15 persen dari target, Triwulan II sebesar 40 persen, Triwulan III sebesar 75 persen dan 100 persen dari target pada Triwulan IV.

‘’Kita berencana akan mengevaluasi target PAD setiap bulan, agar ada solusi cepat untuk mengatasi kendalanya. Sehingga pada 31 Desember tahun berjalan penerimaan PAD dapat dilaporkan secara keseluruhan,’’ harap Andi.

Desebutkan Andi, ada beberapa OPD yang pencapaiannya dibawah 50 persen dari target, 50-75 persen dari target, serta ada juga yang bisa mencapai target diatas 80 persen.

‘’Beberapa OPD yang mampu merealisasikan diatas 80 persen, diantaranya BPKD 85,5 persen, Dinas LH 82,5 persen dan Dinas Kesehatan 83 persen,’’ sebut Andi.

Pada pemberitana sebelumnya, para Kepala OPD menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, sehingga target PAD tidak bisa tercapai hingga 100 persen.

Kadispora, Rezza Pahlevie mengungkapkan ada beberapa sarana penghimpun PAD yang kondisinya memang kurang memungkinkan dan menjadi penyebab tidak maksimalnya target yang dicapai. Seperti Kolam Renang Muna Tirta, Sirkuit Cawang Baru, Lapangan Tenis Indoor dan GOR Curup.

‘’Seperti lapangan tenis Indoor yang sering digenangi air saat hujan turun, dan kolam renang Muna Tirta juga sering kekurangan air. Termasuk Sirkuit Cawang Baru minim kegiatan, serta GOR Curup yang tidak diperbolehkan digunakan selain untuk kegiatan olahraga,’’ sebut Rezza.

Padahal, sambung Rezza, salah satu sumber pendapatan terbesar GOR adalah dari pengguna kegiatan bukan olahraga. Seperti bazar furniture yang dilaksanakan Toko Olympic dan kegiatan lainnya.

‘’Sehingga ini mengakibatkan pendapatan dari sewa GOR terus menurun, meskipun berbagai upaya terus dilakukan agar pendapatan tetap bisa di optimalkan,’’ ucap Rezza.

Senada, yang disampaikan pihak UPTD Pasar, Dinas Koperindag, Syahril dalam rapat tersebvut. ‘’Dari pengelolaan 6 pasar dan 27 kalangan (pasar mingguan), ada yang tidak bisa kita tarik retribusinya, dengan alasan lahan yang digunakan adalah lahan pribadi,’’ sampai Syahril.

Selain itu, ada juga soal tarif sewa pasar kuliner Lapangan Setia Negara yang lebih mahal dari Kios Pasar Bang Mego, sehingga perlu dikaji ulang. ‘’Harapan kita tahun ini Pasar Kuliner Setia Negara bisa memberikan kontribusi PAD yang optimal,’’ harap Syahril.

Sedangkan Kadis Pariwisata, Dodi Sahdani mengakui bahwa target PAD 2024 tidak tercapai 100 persen. Target PAD Dispar 2024 sebesar Rp 201 juta dan hanya terealisasi 73 persen.

‘’Salah satu kendalanya, kita belum bisa memelihara sarana dan prasarana di beberapa objek wisata. Jadi, tanpa adanya perubahan dan inovasi baru, maka, target PAD kita tetap sulit dicapai 100 persen,’’ terang Dodi beralasan.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version