BencoolenTimes.com – Usulan DAK (Dana Alokasi Khusus) 2026 seluuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Rejang Lebong tembus hingga Rp 1,4 Triliun.
Usulan DAK 2026 ini terungkap, saat rapat pemaparan proposal seluruh OPD di ruang Rapat Sekda Rejang Lebong, Selasa pagi, 4 Maret 2025, yang dipimpin langsung Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari didampingi Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Hendri Praja.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rejang Leong, M. Fikri Thobari meminta seluruh OPD untuk menyelesaikan proses penyusunan proposal DAK Tahun Anggaran (TA) 2026.
‘’Saya tidak mau kita ketinggalan kereta dan masih ada waktu untuk memperbaiki proposal pengusulan DAK 2026, sesuai dengan format yang sudah diberikan Bappenas,’’ pinta Bupati Fikri.

Bupati Fikri menyebut, saat Retreat di Akmil Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sudah disampaikan detail kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan DAU maupun DAK dari pusat.
’’Jadi kita tetap harus berjuang dan berupaya agar target yang kita inginkan tetap bisa tercapai di tengah kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat,’’ sebut Bupati Fikri.
Sementara itu, Wabup Hendri yang mengkoordinir rapat, meminta satu persatu OPD memaparkan usulan DAK TA 2026. Diketahui total keseluruhan usulan DAK TA 2026 mencapai Rp 1,4 triliun yang diusulkan dalam 19 proposal.
Diawali Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Noprianto yang menjelaskan, TA 2025 Kabupaten Rejang Lebong mendapatkan dana DAK mencapai Rp 10,3 miliar untuk pembangunan 3 gedung TK/PAUD, 5 SD dan 1 SMP.

’’Sedangkan untuk usulan TA 2026 masih dilakukan update data Dapodik dan melaksanakn pendataan sekolah-sekolah yang perlu dibangun atau direhab, nanti hasil pendataan ini harus direkomendasikan Dinas PUPR,’’ kata Noprianto.
Kemudian dari Dinas Kesehatan, usulan DAK 2026 mencapai Rp 358.248.049.726 dengan rincian, Rp154.285.479.726 untuk RSUD Curup Dua Jalur dan Rp 203.962.570.000 untuk Dinas Kesehatan.
Lalu Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mengusulkan pengadaan cool strorage berkapasitas 150-300 ton untuk menampung sayur-sayuran. Dan kendaraan laboratorium untuk menguji kwalitas sayur sayuran, karena memang Badan Ketahanan Pangan Nasional tidak ada DAK.
Selanjutnya usulan Dinas PUPRPKP senilai Rp 477.520.859.675 untuk 5 kegiatan Bidang Cipta Karya, 14 kegiatan Bidang Bina Marga, 5 kegiatan Bidang SDA dan 4 kegiatan Bidang Perkim. Dinas Pora mengusulkan pembanguan stadion baru senilai Rp 60 miliar dan rehab GOR senilai Rp 10 miliar.
Kemudian ada juga usulan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian yaitu pembangunan Pasar Atas menjadi pasar tematik industry senilai Rp 45 miliar.
Karena sudah ada contoh, yaitu Pasar Tematik Industry di Purwodadi Kabupaten Bengkulu Utara yang dibangun dengan dana Kementerian PUPR senilai Rp 118 miliar.
’’Jadi, kita akan berusaha mengajukan proposal ke Kemen PUPR. Bangunan pasar ini akan dibangun di lokasi eks Terminal Pasar Atas yang luas lahannya sekitar 7.000 M2,’’ sampai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Anes Rahman sebagai penutup.
Selain Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari dan Hendri Praja, rapat juga dihadiri Sekda, Yusran Fuzi, Kepala Bappeda, Khirdes Lapendo Pasju, berikut 11 Kepala OPD yang mengusulkan DAK untuk TA 2026 mendatang.(OIL)






