
BencoolenTimes.com – Antisipasi potensi situasi Unjuk Rasa (Unras), Polres Kaur gelar latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Markas Komando (Mako) Polres Kaur.
Antisipasi potensi situasi Unras, Polres Kaur gelar latihan Sipamkota yang sekaligus dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi kontinjensi, khususnya penanganan aksi Unras yang berpotensi menimbulkan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin didampingi Pejabat Utama (PjU) jajaran Polres Kaur. Latihan ini turut dihadiri Tim Supervisi dan Asistensi Polda Bengkulu yang diketuai Kombes Pol Pontjo Soediantoko bersama Dir Samapta dan Dansat Brimob Polda Bengkulu.
Dalam simulasi tersebut, personel dihadapkan pada skenario meningkatnya ketegangan akibat kebijakan pemerintah yang digambarkan menaikkan pajak hingga 1.000 persen. Kondisi itu memicu aksi unjuk rasa masyarakat menuju kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan menolak kebijakan tersebut.
Personel Polres Kaur kemudian mempraktikkan tahapan pengamanan aksi massa, mulai dari kesiapan personel, pengamanan lokasi, pengendalian massa, negosiasi, hingga pembubaran massa sesuai prosedur yang berlaku.
Melalui simulasi tersebut, personel berhasil mengendalikan situasi hingga aksi massa dapat dibubarkan dan kondisi kembali aman serta terkendali.
Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin mengatakan, latihan Sispamkota bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana untuk menguji kesiapan personel, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap anggota memahami tugas serta tanggung jawabnya dalam menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, penanganan aksi unjuk rasa harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur, dengan mengedepankan komunikasi serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Kapolres juga menekankan pentingnya kedisiplinan, soliditas, dan sinergi seluruh personel agar potensi gangguan kamtibmas dapat ditangani secara cepat dan tepat tanpa memicu eskalasi yang tidak diperlukan.
Sementara itu, Tim Supervisi dan Asistensi Polda Bengkulu melakukan evaluasi terhadap kesiapan personel, koordinasi antarfungsi, serta penerapan prosedur pengamanan dalam menghadapi situasi kontinjensi.
Evaluasi tersebut mencakup ketepatan tindakan sesuai tahapan pengamanan, efektivitas komunikasi dan negosiasi, koordinasi lintas fungsi, serta penerapan prinsip proporsionalitas dalam penanganan massa.
Melalui kegiatan ini, Polres Kaur berkomitmen terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Kaur.(OIL)