Home Info Kota BJBR Jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

BJBR Jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

Foto Dokumentasi BJBR

BencoolenTimes.com, – Penguatan permodalan sesama Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB), yang dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) kepada Bank Bengkulu telah memasuki babak baru.

Seiring terbitnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penyertaan modal tahap I sebesar Rp 99,9 miliar, bank bjb efektif menjadi salah satu pemegang saham dari Bank Bengkulu, pada 1 Desember 2022.

Dengan setoran modal sebesar Rp 99,9 miliar tersebut, bank bjb kini menggenggam 7,15% saham Bank Bengkulu.

Persentase kepemilikan berpotensi meningkat, mengingat berdasarkan perjanjian kerja sama yang disepakati, bank bjb berkomitmen untuk kembali melakukan setoran modal sehingga mencapai sebanyak-banyaknya Rp 250 miliar.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi menyampaikan efektifnya penyertaan modal Tahap I tersebut menjadi langkah awal yang monumental dalam mewujudkan mimpi besar sinergi BPD. Terutama untuk memperkuat stabilitas sistem perbankan Indonesia serta peningkatan eksistensi BPD sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa.

Dia menjelaskan bahwa sebagai BPD terbesar di Indonesia, bank bjb juga merupakan satu-satunya BPD yang berpengalaman dan mengantongi izin OJK menjadi Perusahaan Induk KUB. Selain itu, bank bjb merupakan BPD dengan peringkat rating tertinggi dari Pefindo, yaitu peringkat Double A.

Kemudian kolaborasi Pengelolaan Agen Laku Pandai sampai dengan berbagi pengalaman mengenai best practice prosedur operasional perbankan.

Langkah selanjutnya, pada RUPS mendatang, keduanya akan mengajukan permohonan penetapan bank bjb sebagai salah satu Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bengkulu bersama dengan Pemprov Bengkulu.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK agar Bank Bengkulu dapat tergabung dalam KUB bank bjb sekaligus memproses atas penyertaan modal tahap II atas sisa komitmen setoran modal sebesar banyak-banyak Rp 150 miliar. (Bay)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version