
BencoolenTimes.com – BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bengkulu pasang kandang jebak di sekitar Lokasi warga Kabupaten Mukomuko yang ditemukan Meninggal Dunia (MD) diduga dimangsa Harimau Sumatera pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025.
BKSDA Bengkulu pasang kandang jebak juga melakukan upaya mitigasi di Kawasan Lokasi korban ditemukan MD diduga dimangsa Harimau Sumatera, dengan menurunkan 5 personil mereka.
Kepala BKSDA Bengkulu dan Lampung, Hifzon Zawahiri melalui Kasubag TU Delfi Andra menyebutkan, mereka sudah memasang kandang jebak Harimau di lokasi area perkebunan sawit dimana korban ditemukan MD karena dimangsa Harimau. ‘’Kita sudah melakukan pemasangan satu unit kendang jebak di Lokasi kejadian,’’ kata Delfi.
Delfi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi bersama pihak terkait lainnya untuk memberikan himbauan dan menenangkan masyarakat di sekitar lokasi.
‘’Kita minta masyarakat untuk tidak beraktivitas terlalu jauh, seperti yang dilakukan oleh korban yang sedang mencari rumput di arah hutan karena saat ini posisi satwa ini masih dilakukan identifikasi,’’ tambah Delfi.
Delfi mengungkapkan, pihaknya telah menugaskan sebanyak 5 petugas yang stay by di lokasi untuk melakukan mitigasi dan memantau perkembangan informasi terbaru sehingga di kantor bisa membuat kebijakan.
‘’Sekarang sudah ada 5 petugas berada di lokasi dan juga mengerahkan petugas lainnya yang terdekat di lokasi kejadian,’’ ungkap Delfi.
Delfi beberkan, kejadian di area lokasi tersebut baru pertama kali sehingga BKSDA saat ini masih mempelajari dan mengkaji bersama tim khusus yang menangani Harimau Sumatera ini.
‘’Ini masih kita pelajari, kita belum bisa menyimpulkan, apa karena lahan terbuka atau sebab lainnya,’’ imbuh Delfi.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tunggal Jaya bernama Ibnu Oktavianto, ditemukan sudah tidak bernyawa oleh keluarga dan warga pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025. Korban diduga dimangsa Harimau Sumatera saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak miliknya pada Selasa sore, 7 Januari 2025.
Kapolsek Teras Terunjam, Iptu Irfansyah Damaik menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarganya, korban pamit pergi mencari pakan ternak pada Selasa, 7 Januari 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. ‘’Korban pamit mengarit rumput di sekitaran kebun sawit warga pada Selasa sore,’’ jelas Irfansyah.
Hanya saja, kata Irfansyah, korban tidak kunjung pulang hingga pukul 22.00 WIB. Akhirnya nenek korban yang khawatir memberitahukan kepada tetangga dan meminta bantuan untuk mencari korban. Selanjutnya warga melakukan pencarian sejak pukul 22.10 WIB dengan menyusuri sekitaran Perkebunan sawit warga.
‘’Hingga akhirnya, satu jam lebih dari dimulainya pencarian, keluarga dan warga menemukan korban sudah tidak bernyawa di area kebun sawit warga. Setelah itu warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kita,’’ kata Irfansyah.
‘’Kita berama warga dan keluarga korban langsung mengevakuasi jenazah korban sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu dini hari, 8 Januari 2025,’’ sambung Irfansyah.
Ditambahkan Irfansyah, mereka sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap saksi-saksi yang pertamakali melihat korban di Semak-semak. ‘’Dari keterangan saksi, diduga kuat korban menjadi mangsa Harimau,’’ imbuh Irfansyah.
Untuk diketahui, korban Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga dengan kondisi mengenaskan.
Kondisi tubuh korban penuh luka, bahkan kaki kiri korban hanya tinggal tulang saja dan diduga dagingnya habis di makan Harimau Sumatera.(JUL)





