
BencoolenTimes.com – Dorong Kolaborasi, Investasi dan Hilirisasi untuk Ekonomi Bengkulu, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu, menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) tahun 2026.
Dorong Kolaborasi, Investasi dan Hilirisasi, HIPMI Provinsi Bengkulu menggelar Forbisda tahun 2026 yang dipusatkan di Halan Two K Hotel, Kota Bengkulu.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengusaha muda, pemerintah, hingga perwakilan pusat, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, putra-putri Bengkulu harus mampu menjadi Tuan Rumah di daerah sendiri dengan terjun langsung sebagai pelaku usaha.
‘’Kita butuh kolaborasi, dukungan, dan jaringan yang kuat. Tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kompetensi dan koneksi yang luas, kita bisa mendorong Bengkulu naik kelas,’’ sampai Yosia.
Yosia juga menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh etika, pengetahuan, serta jaringan. Yosia turut membagikan kisah pribadinya membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang, yang menjadi motivasi bagi pengusaha muda untuk berkontribusi di daerah.
Sementara itu, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Sona Maesana, mengungkapkan bahwa Bengkulu memiliki potensi investasi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi investasi di Bengkulu mencapai Rp 2,6 triliun, yang didominasi sektor perkebunan, pangan, industri olahan, hingga pergudangan.
‘’Investasi masih terpusat di Kota Bengkulu, padahal daerah lain memiliki potensi besar yang belum tergarap. Di sinilah peran HIPMI menjadi strategis untuk mendorong pemerataan,’’ sebut Sona.
Sona juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai langkah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Menurutnya, Bengkulu tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi harus mampu mengolah produk di dalam negeri agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Forbisda juga menjadi ajang strategis untuk membuka peluang kerja sama internasional. Sona menyebutkan, kunjungan ke Jepang bersama pengurus HIPMI Bengkulu membuka peluang ekspor, khususnya komoditas kopi.
Ketua Organizing Committee Forbisda 2026, Masdi Hari Bowo, dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.
Salah satu agenda utama adalah Business Plan Competition yang diikuti 43 peserta dengan total hadiah lebih dari Rp 10 juta. ‘’Kegiatan ini melibatkan berbagai badan otonom HIPMI dan menjadi ruang kolaborasi antar pengusaha muda,’’ kata Masdi.
Dari sisi pemerintah, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian yang mewakili Gubernur Bengklu, Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut.
Wagub Mian menilai, Forbisda yang di gelar BPD HIPMI Provinsi Bengkulu selaras dengan visi pembangunan daerah yang menekankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
‘’Kami terus mendorong kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur. Salah satu langkah strategis adalah pengembangan kawasan industri Pulau Baai yang terintegrasi dengan pelabuhan,’’ sebut Wagub Mian.
Wagub Mian menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas unggulan Bengkulu, seperti kelapa sawit dan kopi. Agar tidak lagi memberikan nilai tambah bagi daerah lain.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, lanjut Wagub Mian, tengah memperkuat konektivitas melalui rencana pembangunan jalan tol dan jalur kereta api yang terhubung ke Pelabuhan Pulau Baai, guna mendukung distribusi dan pertumbuhan industri.
Melalui Forbisda ini, seluruh pihak diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah konkret dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
‘’Forum ini harus menjadi ruang kolaborasi nyata untuk menciptakan pengusaha baru dan mendorong Bengkulu menjadi lebih maju,’’ demikian Wagub Mian.(OIL)





