Home Pemprov Bengkulu Gubernur Helmi Hasan Dianggarkan Rp 51,1 Miliar Perbaikan Jalan Rusak di Bengkulu...

Gubernur Helmi Hasan Dianggarkan Rp 51,1 Miliar Perbaikan Jalan Rusak di Bengkulu Utara

Gubernur Helmi Hasan
Keterangan: Foto Ilustrasi

BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turun langsung meninjau kondisi jalan provinsi yang rusak parah di Kabupaten Bengkulu Utara. Jalan berlumpur dan berbatu yang selama ini dikeluhkan masyarakat tersebut masuk dalam rencana peningkatan infrastruktur dengan anggaran Rp 51,1 miliar.

Peninjauan itu dilakukan Helmi dengan menyusuri langsung ruas jalan yang kondisinya rusak. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @helmi_hasan, Helmi terlihat berdialog dengan warga dan sejumlah pejabat di tengah kondisi jalan yang berlumpur dan berbatu.

Helmi juga melakukan aksi simbolis dengan mengecat tanda pada sejumlah titik jalan berlubang sebagai penanda ruas tersebut akan segera diperbaiki.

Dalam video tersebut, rombongan kendaraan dinas gubernur terlihat harus melewati jalan tanah yang becek. Sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, juga telah mulai bekerja di lokasi. Sementara itu, antrean kendaraan truk terlihat melintasi ruas jalan yang rusak.

Rp 51,1 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalokasikan anggaran Rp 51,1 miliar untuk peningkatan Jalan Simpang 4 Gunung Selan-Ketahun sepanjang 7,4 kilometer.

Pekerjaan tersebut berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, termasuk sejumlah titik di Desa Tata Baru, Pagar, Aula, Masjid, dan Sanitasi.

Selain pembangunan jalan, pemerintah provinsi juga mengalokasikan Rp 7 miliar untuk revitalisasi fasilitas sekolah berupa pagar, aula, masjid, dan sanitasi SMP/SMA di Kabupaten Bengkulu Utara.

Dengan demikian, total anggaran infrastruktur yang disebutkan untuk Bengkulu Utara mencapai Rp 58,1 miliar.

Helmi Tanggapi Kritik

Dalam peninjauan tersebut, Helmi juga menanggapi kritik dan anggapan sebagian pihak yang menilai pemerintah belum bekerja maksimal meski sejumlah pembangunan telah dilakukan.

Helmi memilih tidak mempermasalahkan kritik tersebut. Menurut dia, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik kepada pemerintah.

”Ya enggak apa-apa, itu kan setiap orang boleh berpendapat, boleh berbicara, tetapi kita fokus kerja saja,” ujar Helmi.

Ia mengatakan kritik tersebut justru menjadi pengingat bagi pemerintah karena masyarakat telah lama menantikan perbaikan jalan.

”Karena memang tentu sudah puluhan tahun masyarakat merindukan jalan mulus, dari hari ke hari, tahun ke tahun ditunggu-tunggu enggak mulus-mulus. Ya kan pas giliran kita ini, mereka khawatir ini enggak tepat lagi janjinya,” katanya.

Menurut Helmi, kritik dari masyarakat dapat menjadi pengingat agar pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan warga, khususnya terkait infrastruktur jalan.

”Dan dengan itu bagus, masyarakat mengingatkan pemerintah untuk betul-betul bisa merasakan apa yang betul-betul diinginkan masyarakat, jalan mulus,” tegasnya.

Minta Masyarakat Awasi Kualitas Pembangunan

Helmi juga meminta masyarakat dan kepala desa ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan jalan. Pengawasan tersebut dinilai penting agar pekerjaan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

”Tolong nanti masyarakat, Pak Kades dilihat, diamati agar kualitas jalannya betul-betul bisa sesuai dengan harapan kita. Amin,” kata Helmi.

Peninjauan langsung tersebut memperlihatkan kondisi ruas jalan yang masih berlumpur dan berbatu, sementara proses pekerjaan perbaikan mulai dilakukan dengan dukungan alat berat.

Helmi berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Bengkulu Utara terhadap akses jalan yang lebih baik dan mendukung aktivitas warga maupun mobilitas kendaraan di wilayah tersebut. (JUL)

 

 

 

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version