Home Info Daerah Seluma Jembatan Matan Jebol Diterjang Banjir

Jembatan Matan Jebol Diterjang Banjir

Jembatan Matan Jebol
JEBOL: Jembatan Matan jebol di terjang banjir, jembatan tersebut berada di perbatasan Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, dengan Desa Rawa Indah.

BencoolenTimes.com – Jembatan Matan jebol di terjang banjir, jembatan tersebut berada di perbatasan Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, dengan Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo.

Jembatan Matan jebol diterjang banjir yang terjadi pada Minggu, 5 April 2026 lalu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, bagaimana bisa jembatan yang baru selesai di bangun dan diresmikan tersebut dengan mudahnya rusak.

Diketahui sebelumnya, jembatan tersebut baru saja di resmikan pada 6 Februari 2026 lalu atau baru genap 2 bulan diresmikan. Peresmian dilakukan langsung Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Kondisi tersebut menimbulkan tasa kecewa bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar lokasi jembatan. Warga Desa Rawa Indah, Andi Wijaya, menegaskan bahwa kerusakan jembatan ini harus segera ditindaklanjuti.

Selain itu, dengan kerusakan tersebut jelas banyak menimbulkan pertanyaan serta kecurigaan terkait kwalitas bangunan. Mengingat anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu tersebut mencapai Rp 16 miliar.

‘’Kami minta Pak Gubernur turun langsung melihat kondisi Jembatan Matan ini. Anggaran Rp 16 miliar itu bukan sedikit, kok baru kena banjir sudah jebol,’’ ujar Andi.

Andi mengaku telah melihat langsung kondisi jembatan tersebut. Dari hasil pantauannya, lantai jembatan sepanjang hampir 10 meter mengalami patah dan jebol. Bahkan, ia menilai tidak ditemukan besi tulangan pada bagian lantai yang rusak.

‘’Dari beton yang patah itu terlihat jelas tidak ada besi sedikit pun. Kami menilai pekerjaan ini asal jadi, kinerja kontraktor patut dipertanyakan,’’ tegasnya.

Akibat kerusakan tersebut, kondisi jembatan kini dinilai sangat rawan dilalui, terutama oleh kendaraan berat seperti truk pengangkut material. Hal ini karena konstruksi lantai diduga hanya mengandalkan ketebalan beton tanpa penguatan besi.

‘’Kami imbau sopir truk untuk waspada, bahkan kalau bisa jangan dulu melintas. Kondisinya berbahaya karena tidak ada besi, hanya beton dan tanah timbunan,’’ tambahnya.

Masyarakat Desa Rawa Indah dan wilayah lain di Kecamatan Ilir Talo mengaku sangat kecewa atas kejadian ini. Mereka menilai, dengan besarnya anggaran yang digelontorkan, seharusnya jembatan mampu bertahan dari banjir.

‘’Kalau melihat anggarannya, tidak masuk akal baru diterjang banjir sedikit sudah jebol. Kami sangat kecewa dan berharap Pak Gubernur tidak tinggal diam, karena kontraktor harus bertanggung jawab,’’ pungkasnya.(LRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version