Home Info Daerah Jurang dan Rusak Parah ‘Menghiasi’ Jalan Provinsi di Lebong

Jurang dan Rusak Parah ‘Menghiasi’ Jalan Provinsi di Lebong

Salah satu titik jurang jalan di Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong

Bencoolentimes.com – Jalur lintas Lebong-Rejang Lebong mulai dari perbatasan di Kecamatan Rimbo Pengadang hingga ke wilayah Kecamatan Lebong Selatan, semakin hari semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari pantauan Bencoolentimes.com, setidaknya ada 12 titik jurang menghiasi dan mengancam jalan lintas antar kabupaten yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprrov) Bengkulu tersebut.

Kondisi jurang jalan berbeda-beda kondisinya yang semuanya berada di bagian kanan jalan dari arah Kabuoaten Rejang Lebong menuju Kabupaten Lebong. Parahnya, hanya ada beberapa titik yang diberikan tanda berupa garis polisi yang dipasang dengan tiang bambu dan beberapa terlihat menganga tanpa pengaman. Serta ada beberapa titik juga terlihat sudah ditangani dengan pembanguan pelapis beton.

Tidak hanya jurang yang menghiasi, beberapa titik jalan rusak parah, khususnya antara Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang hingga Desa Kota Donok dan Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan. Beberapa titik jalan, hampir seluruh badan jalan dengan panjang 2 hingga 5 meter mengalami kerusakan parah.

Salah satu titik kondisi jalan rusak parah di jalur Rimbo Pengadang-Lebong Selatan yang merupakan kewenangan Pemprov Bengkulu.

Salah satu pengemudi kendaraan roda empat warga Kelurahan Pasar Muara Aman Waldi (32) yang sempat dibincangi Bencoolentimes.com Kamis (18/5) pagi mengaku, kondisi tersebut cukup meresahkan mereka sebagai pengendara. Terlebih dirinya hampir 3 kali dalam satu minggu melintasi jalur tersebut untuk berbelanja ke Kabupaten RL.

‘’Selain rawan kecelakaan, juga kondisi kendaraan kita bisa cepat mengalami kerusakan akibat jalan rusak. Dan bisa saja setiap saat mengalami kecelakaan karena jurang-jurang di pinggir badan jalan minim peringatan dan pengamanan,’’ kata Waldi.

Hampir senada, warga Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan Hulman (47) yang rumahnya tidak jauh dari titik jalan rusak, mengakui bukan satu dua kali saja kecelakaan tunggal terjadi, khususnya pengendara rida dua (R2). Meskipun memang sampai saat ini masih minim korban jiwa, namun tetap saja potensi bahaya selalu mengancam pengendara yang melintasi jalur tersebut.

‘’Harapan kita, pemerintah bisa segera melakukan penanganan serius dan secara permanen. Jangan hanya sekadar tambal sulam, karena tidak lama setelah ditambal, akan rusak kembali. Apalagi jalur ini sering dilewati kendaraan bermuatan atau bertonase besar. Apalagi jurang yang mengancam badan jalan, setiap saat jika longsor terjadi maka jalur Lebong-Rejang Lebong bisa benar-benar terputus total,’’ imbuh Hulman.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version