BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyiapkan Festival Botoi-Botoi sebagai ajang promosi wisata budaya lokal yang menampilkan kekayaan tradisi nelayan sekaligus menjadi magnet kunjungan wisatawan dari luar daerah.
Festival Botoi-Botoi ini dijadwalkan akan berlangsung pada 8 Februari 2026 di Kawasan Kota Tuo dengan menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat pesisir Bengkulu, mulai dari tradisi menangkap ikan hingga nilai kebersamaan yang tumbuh di kalangan nelayan.
Staf Ahli Walikota Bengkulu, Dewi Dharma, mengatakan Festival Botoi-Botoi diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat pesisir. Untuk itu, promosi kegiatan terus diperluas dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah dan mitra strategis.
”Promosi festival ini kami dorong agar menjangkau masyarakat luas, termasuk kabupaten tetangga, sehingga Festival Botoi-Botoi dapat menjadi agenda wisata yang dinantikan setiap tahun,” kata Dewi, Rabu, 4 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menyebutkan progres persiapan kegiatan telah mencapai hampir 80 persen. Panitia kini fokus pada penyempurnaan konsep acara, penataan ornamen bernuansa bahari, serta kesiapan fasilitas pendukung bagi pengunjung.
”Insya Allah Festival Botoi-Botoi siap digelar dan diperkirakan akan menarik sekitar 10.000 pengunjung,”ujar Nina.
Dalam Festival ini, Pemkot juga melibatkan unsur dari pengamanan dan keselamatan yaitu Basarnas Bengkulu akan menyiagakan sekitar 20 personel yang didukung BPBD, Satpol PP serta Polres setempat, lengkap dengan peralatan seperti perahu karet dan jet ski.
Ditambahkan, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Situmorang, mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 100 personel guna mengamankan pelaksanaan festival dari pagi hingga malam hari.
Melalui Festival Botoi-Botoi, Pemerintah Kota Bengkulu mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang menikmati suasana pesisir, serta menyaksikan langsung tradisi nelayan yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Bengkulu. (JUL)






