Home Pemprov Bengkulu Pro dan Kontra Pembinaan Anak Nakal, Gubernur Helmi Tidak Akan Sibuk Mengklarifikasi

Pro dan Kontra Pembinaan Anak Nakal, Gubernur Helmi Tidak Akan Sibuk Mengklarifikasi

Pro dan Kontra
KLARIFIKASI: Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan tidak akan sibuk memberikan klarifikasi terkait rencana penangkapan anak nakal.

BencoolenTimes.com – Pro dan Kontra terkait rencana Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan akan menangkap anak-anak nakal di Provinsi Bengkulu, terus berlanjut. Dimana anak-anak ‘Nakal’ tersebut akan ditangkap dan ditempatkan pada Camp untuk dibina.

Meskipun banyak Pro dan Kontra terkait rencana kebijakan tersebut, Gubernur Helmi mempersilahkan masyarakat berpendapat. Namun dipastikan untuk kontra, tidak aka nada tanggapan maupu klarifikasi.

‘’Saya mengamati yang kemudian menjadi pro dan kontra, soal itu (penangkapan anak nakal). Soal yang kontra tidak masalah, ya sudah tidak masalah, kita tidak akan sibuk memberikan klarifikasi, karena banyak yang bisa komen saja, tapi tidak disertai dengan solusi,’’ ujar Gubernur Helmi dalam Video Tiktoknya.

Gubernur Helmi menjelaskan, soal anak-anak di Provinsi Bengkulu yang kemudian disebut ‘Nakal’ yang nanti akan ditangkap, terlebuh dahulu diminta izin orang tuanya. ‘’Jadi anak-anak yang kemudian ‘Nakal’ kita akan ambil, kita minta persetujuan orang tuanya,’’ sebut Gubernur Helmi.

Kemudian, jelas Gubernur Helmi, Pemerintah memberikan pelatihan kepada dan pendidikan, sampai mereka jadi anak yang baik. Sampai mereka menjaddi anak yang soleh dan soleha, serta menghormati orang tua, terbebas dari pergaulan bebas, narkoba dan segala macamnya.

‘’Caranya bagaimana, caranya berbasis kepada agama, misalnya kalau beragama Islam, kita camp kan ke rumah ibadah masjid. Kalau dia Nasrani, kita tempatkan camp di Rumah Ibadah Gereja, begitupun juga seluruh agama lainnya,’’ jelas Gubernur Helmi.

Lalu bagaimana peran pemerintah, lanjut Gubernur Helmi, TNI, Polri dan Angkatan Laut, Pemprov, Pemkot, pemkab, mereka inilah yang akan melakukan advokasi. Tentaara melatih kedisiplinan, baris berbaris dan lainnya, serta kepolisian juga bergitu, memberikan materi bahaya tindakan yang bisa merusak masa depan mereka.

‘’Kemudian tokoh agama memberikan bimbingan rohani dan ceramah agama yang akan membawa si Anak Nakal kepada ketaatan terhadap keyakinan agama masing-masing,’’ lanjut Gubernur Helmi.

Gubernur Helmi menyebut, apa yang akan dilakukan Pemrov Bengkulu terkait anak nakal tersebut, juga sudah pernah dilakukannya saat menjabat sebagai Walikota Bengkulu.

Diceritakan Gubernur Helmi, pernah ada satu kejadian, orang tua yang meminta anaknya dididik oleh pemrintah. Karena awalnya, si anak meminta uang dan tidak dikasih, kemudian melakukan pemukulan terhadap orang tua.

Lalu orang tua sianak melapor ke polisi dan polisi langsung melakukan penangkapan terhadap si anak. Pihak kepolisian memberikan dua opsi, apakah si anak di penjara atau mengikuti pelatihan yang dilakukan pemerintah.

‘’Akhirnya dipilih opsi ikut pelatihan dan alhamdulillah setelah beberapa hari dilatih, sianak dikembalikan kepada orang tuanya. Lalu sianak saat bertemu tuanya, si anak langsung lari mengejar orang tuanya dan memegang kakinya sembari menangin, lalu meminta maaf kepada orang tuanya,’’ cerita Gubernur Helmi.

‘’Si orang tua bertanya, apa yang diberikan kepada anak saya dan Kita katakan, bapak berikan anak ini uang, bapak berikan anak ini rumah, bapak berikan baju, tapi bapak tidak berikan agama, sehingga si anak seperti singa,’’ sambung Gubernur Helmi menceritakan kisah saat dirinya menjabat sebagai Walikota Bengkulu.

‘’Tapi ketika beberapa hari bersama pemerintah, okoh agama dan polisi beserta tentara, dikembalikan, alhamdulillah anak ini bisa memuliakan orang tuanya,’’ tambah Gubernur Helmi.

‘’Jadi konsep di Provinsi Bengkulu insya Allah begitu. Sehingga nanti akan ada kerja sama gubernur, walikota, bupati, tokoh agama, pengurus-pengurus rumah ibadah, serta dibackup TNI dan Polri,’’ imbuh Gubernur Helmi.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version