BencoolenTimes.com – Saya walau sudah purna tugas dari Universitas Bengkulu masih ada saja kawan-kawan mengajak tukar pikiran, entah itu alumni UNIB atau teman sejawat waktu di jogja. Beberapa waktu lalu mereka mengundang dan bertemu dengan kelompok diskusi lepas tentang nasib daerah ini.
Saya datang membawa diri ku sendiri, tidak membawa atribut apa-apa dan siapa-siapa, murni mewakili diri ku sendiri, sebagai seorang pensiunan, jadi saya bicara begitu lepas dan tanpa beban.
Saya memulai dengan suatu pertanyaan mau kemana daerah kita dan dimana posisi daerah kita sekarang? Soal jawab mau kemana daerah ini?
Tentu jawabnya adalah menuju pulau kesejahteraan lahir dan batin, bahagia lahir dan batin, menuju keadilan segala bidang. Lalu, temen-temen berkomentar waw ! Otopis kali! Jauh kali itu Bang! Abang seperti penguasa daerah ini saja!
Cita-cita mau kemana kita itu jauh kedepan, seakan-akan mimpi yang harus diujudkan. Sekarang bagaimana mewujudkannya? Ya cara mewujudkannya adalah kita sandingkan apa yang diinginkan oleh daerah ini dengan visi serta misi para pemimpin yang dipilih beberapa waktu lalu! Tentu dengan membuat Perencanaan jangka panjang, mengengah dan pendek.
Artinya, kita harus membuat perencanaan yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan selama kurun waktu tertentu kedepan. Rencana jangka panjang rata-rata dimensi waktu lebih dari sepuluh tahun, menengah 5 tahunan dan pendek jangka waktu 1 tahunan.
Siapa yang membuatnya abangda? Ya pemimpin terpilihlah dari gubernur, walikota dan para bupati. Karena mereka baru dipilih dan akan dilantik beberapa hari ke depan, maka minimal mereka sekarang harus menyiapkan agenda 100 hari kerja.
Kedepan, untuk itu, harus dipersiapkan oleh kepala daerah terpilih, tentu dengan tim yang telah mereka bentuk. Referensinya adalah bahan visi, misi dan konten saat debat kandidat kepala daerah yang baru lalu.
Dalam membuat perencanaan tentu kita harus melakukan analisis terhadap situasi. Situasi adalah keadaan sekarang dan masa datang, karena keadaan masa sekarang, sangat penting dianalisis.
Lalu siapa yang melakukan analisis masa sekarang? Tentu para pemangku kepentingan yang sekarang sedang menjadi nakhoda pemerintah daerah yang bersangkautan. Semua aspek yang menunjang perencanaan, maka harus kita lihat keadaannya sekarang (Existing Condition).
Bila kita bicara situasi sekarang, maka lihatlah posisi strategis kita saat ini diantara pemerintah daerah serupa dengan kita, kita berada posisi mana? apakah kita berada pada level atas, Tengah atau bawah.
Analisi harus dilakukan baik regional nasional maupun Internasional. Tentu, kita akan dapat mengetahui ‘Gap’ antara kita dan pemerintah daerah serupa dimasing-masing wilayah itu.
Sahabat, analisis ‘gap’ tentu menyangkut apasih ‘core business Kita’ daya saing kita seperti apa, riset dan inovasi yang telah kita lakukan apa saja.
Community services kita seperti apa, Human resources kita ada berapa, kualifikasinya apa saja, rata umurnya berapa dan tata pamong kita seperti apa, yang terpenting seberapa sih kekuatan keuangan dan pendanaan kita, baik internal maupun eksternal. Lalu, kinerja pemangku kepentingan sekarang seperti apa, seterusnya, ancaman budaya apa yang muncul pada pemerintah daerah kita.
Bila analisis ‘Gap’ ini selesai, maka kita dapat menyusun arah, strategi yang akan kita lakukan dengan Menyusun ‘milestones’ yang terukur tahap demi tahap. Menuju cita-cita pemerintah daerah ini yang otopis tadi, ya utopis yang dilandaskan pada berbagai analisis yang rasional, tentu dengan alat analisis SWOT (strength, weakneses, opportunity and threath).
Para gubernur, walikota dan para bupati, dalam membuat rencana aksi dalam bentuk program pembangunan, jangan lupa mengacu pada program nasional yaitu program Presiden Republik Indnesia (RI). Misal program peningkatan mutu sumberdaya manusia (pendidikan), pangan, energi dan memberantas korupsi dengan menjalankan konsep efisiensi.
Mari kita bergandeng tangan untuk pemerintah daerah kita ini, bila pemerintah daerah/lembaga ini tempat kita bernaung ini baik, maka otomatis kita akan baik. Bila pemerintah daerah ini maju, kita yang di dalamnya akan maju, mari kita samakan nada dasar kita.
Sehingga kita dapat menghasilkan sebuah orchestra yang menghibur dan menuju kebahagiaan lahir dan bathin, serta dapat kita wariskan untuk anak cucu kita di kemudian hari, kita ukir prestasi gemilang demi bangsa, kita tunggu gebrakan pemimpin baru kita.(**)
Penulis : Dr. Syaiful Anwar AB (Purna Tugas FEB UNIB)






