
BencoolenTimes.com – Tiga pelajar SD (Sekolah Dasar) diduga menjadi korban perundungan di sekolah mereka yang diduga dilakukan kakak kelas mereka yang lebih dari satu orang.
Tiga pelajar SD diduga menjadi korban perundungan di wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) yang dilakukan kakak kelasnya, masing-masing korban inisial De (9), Ar (11) dan MAS (10).
Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya diduga akibat aksi perundungan kakak kelasnya.
Menurut Kasi Humas, diduga motifnya lantaran saling ejek nama orang tua yang berujung pada aksi perundungan oleh kakak terhadap adik kelas atau korban. ‘’Aksi perundungan ini motifnya diduga lantaran saling ejek nama orang tua,’’ jelas Kasi Humas.
Aksi perundungan, terang Kasi Humas, yang dilakukan para pelaku dengan cara membawa korban ke dalam kelas. Dimana dalam kelas tersebut sudah berkumpul para pelaku.
Selanjutnya, setelah masuk ke dalam kelas tersebut, tiga korban mendapatkan perundungan fisik oleh beberapa orang pelaku. Sehingga mengakibatkan korban mengalami lebam di beberapa tubuhnya.
‘’Salah satu pelaku memanggil para korban untuk di ajak masuk ke dalam ruangan kelas. Lalu pintu kelas ditutup dan ketiganya langsung mengalami perundungan fisik dari kakak kelas,’’ terang Kasi Humas.
Setelah mengalami perundungan, lanjut Kasi Humas, para korban tidak berani langsung melapor ke pihak sekolah, lantaran sudah mendapatkan ancaman terlebih dahulu dari para pelaku. ‘’Setelah mendapatkan perundungan fisik, para korban juga diduga diancam para pelaku,’’ lanjut Kasi Humas.
Ditambahkan Kasi Humas, saat pulang ke rumah, kondisi korban yang mengalami lebam akibat perundungan diketahui keluarga. Sehingga para korban mengaku mendapatkan perundungan di sekolah oleh kakak kelas mereka.
‘’Saat ini pihak Polsek Bermani Ulu masih melakukan upaya mediasi antara keluarga pelaku dan keluarga korban. Untuk para korban saat ini masih trauma, karena masih takut dan mengalami luka lebam,’’ tambah Kasi Humas.
Kasi Humas juga tidak lupa mengimbau kepada seluruh orang tua, termasuk pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Baik itu saat sedang bermain di sekolah, maupun di luar rumah, agar hal ini tidak lagi terulang.(OIL)





