
BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan dukungannya terhadap inovasi pengolahan sampah yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu. Salah satunya melalui pemanfaatan sampah organik menjadi maggot yang memiliki nilai ekonomis.
Dukungan tersebut disampaikan Dedy saat menerima kunjungan Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Herisistam, di ruang kerjanya, Selasa, 3 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Herisistam menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di lingkungan rutan sekaligus langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah.
Dedy mengatakan, Pemkot Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menjalin kerja sama dengan pihak rutan untuk mendukung pengelolaan sampah agar lebih produktif dan memiliki nilai guna.
Menurutnya, sampah yang sebelumnya menumpuk kini mulai diolah menjadi maggot. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan karton dipilah untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali.
”Karena dalam satu hari itu bisa satu ton sampah yang dihasilkan di rutan berasal dari kurang lebih 500 warga binaan. Jadi, kita dari pemerintah kota akan mendukung apa yang dibutuhkan oleh rutan. Ini menjadi sebuah inovasi dari rutan,” kata Dedy.
Dia menambahkan, pengolahan maggot tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ketahanan pangan. Ke depan, maggot yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya ikan lele.
Dedy menilai, inovasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang kegiatan produktif bagi warga binaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Herisistam, mengatakan pihaknya selama ini telah menjalin kerja sama yang baik dengan Pemkot Bengkulu, terutama dalam penanganan sampah dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Menurut Herisistam, keberadaan rutan tidak terlepas dari lingkungan masyarakat Kota Bengkulu sehingga diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai bidang.
”Rutan hadir di tengah-tengah masyarakat. Tentu masyarakat yang berkaitan dengan kami adalah masyarakat Kota Bengkulu. Selama ini kami sudah menjalin kerja sama yang baik dengan Pak Walikota, khususnya dalam penanggulangan sampah di rutan dan juga kesehatan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Walikota juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kebutuhan pelatihan keterampilan khusus bagi warga binaan.
Salah satu program yang berpeluang dikembangkan adalah pelatihan pengolahan sampah melalui budidaya maggot. Selain itu, perhatian terhadap aspek kesehatan warga binaan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Herisistam berharap dukungan dan kolaborasi dengan Pemkot Bengkulu dapat terus diperkuat sehingga rutan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga mampu menciptakan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi warga binaan dan lingkungan sekitar. (JUL)





