BencoolenTimes.com, – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Bengkulu memeluk agama Islam atau mualaf. Kepala Rutan (Karutan) Farizal Antony membimbing langsung WBP tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu, Jumat (2/8/2024) pagi.
Kegiatan ini juga dihadiri Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan, serta warga binaan lainnya yang ikut menyaksikan momen bersejarah tersebut. WBP yang kini memeluk Islam adalah SJ (30). Ia mengaku, alasannya memeluk agama islam karena panggilan hati sejak beberapa bulan terakhir untuk memeluk agama Islam.
“Tidak ada paksaan dari pihak manapun, ini murni keputusan dan kebulatan hati saya pribadi. Saya merasa tenang dan damai setiap kali mendengar azan dan melihat teman-teman saya yang beragama Islam beribadah,” ujar SJ.
Karutan Bengkulu, Farizal Antony mengungkapkan syukur dan bangganya atas keputusan WBP tersebut untuk memeluk agama Islam. Farizal juga meyakini Rutan Bengkulu senantiasa mendukung setiap warga binaan yang ingin memperdalam aspek spiritualnya, tanpa memandang latar belakang agama mereka.
“Ini adalah momen yang sangat spesial dan membahagiakan. Kita semua di sini menyaksikan saudara SJ memasuki babak baru dalam hidupnya dengan memeluk agama Islam. Semoga keputusan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi dirinya. Rutan Bengkulu akan terus mendukung dan memberikan bimbingan melalui program pembinaan kerohanian. Setiap WBP berhak untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing,” ungkap Farizal.
Setelah sambutan, prosesi utama dimulai, dengan dibimbing Karutan, SJ mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi tanda resmi masuk Islam.
“Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah,” ucap SJ dengan suara mantap.
Ucapan tersebut disambut takbir pihak yang hadir. Usai prosesi syahadat, Karutan Farizal memberikan beberapa nasihat kepada SJ. Ia juga menambahkan bahwa, pihak Rutan akan memberikan bimbingan agama secara berkala kepada SJ untuk memperdalam pemahaman tentang Islam.
“Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Jadilah Muslim yang baik, rajin beribadah, dan selalu berbuat baik kepada sesama,” demikian Farizal.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Nanang Darmawan, salah satu pembimbing rohani di Rutan Bengkulu. Prosesi masuk Islam ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa Rutan Bengkulu tidak hanya berperan sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai tempat pembinaan moral dan spiritual bagi para warga binaannya. (BAY)






