Home Politik Optimis Menuju DPR RI dari Dapil Bengkulu, Erna Sari Dewi Gandeng Lembaga...

Optimis Menuju DPR RI dari Dapil Bengkulu, Erna Sari Dewi Gandeng Lembaga PRC

Konferensi pers Caleg DPR RI Dapil Bengkulu Partai Nasdem nomor urut 02 Hj Erna Sari Dewi, SE

BencoolenTimes.com, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu Hj Erna Sari Dewi, SE dari Partai Nasdem nomor urut 02 mengandeng Politika Research & Consulting (PRC) sebagai lembaga riset dan konsultan politik untuk mendukung kemenangan menuju Senayan (DPR RI) di Pemilu 2024.

Erna Sari Dewi yang kiprahnya tidak diragukan lagi di dunia politik di Bengkulu, seperti telah menduduki kursi pimpinan DPRD Kota Bengkulu dan pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu aktif saat ini, lantas membuatnya memastikan diri maju DPR RI.

Menurut Erna Sari Dewi, melihat potret garis kemiskinan dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah di Provinsi Bengkulu. Hal itulah yang membuat dirinya ingin memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi masyarakat melalui anggaran dari pemerintah pusat.

“Saya berkeinginan memberikan sumbangsih yang lebih besar, bukan hanya di Kota Bengkulu namun juga sumbangsih pemikiran, jiwa raga dan pengalaman saya untuk Provinsi Bengkulu,” ujar Nana sapaan akrabnya saat konferensi pers di salah satu hotel Santika Bengkulu, Sabtu (16/12/20223).

Erna menyebut, untuk membangun Provinsi Bengkulu secara masif maka diperlukan perwakilan rakyat di Senayan yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap Provinsi Bengkulu ini.

“Selama saya di DPRD Kota Bengkulu dan DPRD Provinsi Bengkulu telah banyak yang dilakukan, namun dengan keterbatasan APBD yang masih tergolong menengah kebawah saat ini, sehingga perlu memperjuangkan anggaran di APBN untuk membangun Bengkulu,” tuturnya.

Sementara itu, Tim PRC Alpan menjelaskan, berdasarkan hasil survei lembaga PRC bahwa telah memproyeksikan satu kursi dari Partai Nasdem untuk duduk di Senayan. Hal ini berdasarkan skema dan kajian yang berkelanjutan oleh PRC.

“Kita nanti akan menggunakan metode lingkaran-lingkaran kecil. Yang artinya komponen paling kecil dalam struktur sosial, dan ini berbeda dari biasanya yang kebanyakan menggunakan simpul-simpul,” jelas Alpan.

Ia pun menegaskan, metode ini digunakan berdasarkan dari penomena masyarakat yang saat ini telah independen dalam menentukan pilihan mereka. (JRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version