Home Info Daerah Pamit Kerja dengan Istri, Ditemukan Meninggal Gandir

Pamit Kerja dengan Istri, Ditemukan Meninggal Gandir

Pamit Kerja dengan Istri
ASBU warga Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, pamit kerja dengan istri, ditemukan meninggal dunia diduga karena gantung diri.

BencoolenTimes.com – Pamit kerja dengan Istri, seorang warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, berinisial ASBU, ditemukan meninggal dunia diduga karena gantung diri (Gandir).

Korban yang pamit kerja dengan istri, pada pagi hari, ditemukan malam harinya oleh tetang sudah tidak bernyawa dan tergeletak dilantai rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu, 24 Desember 2024. Dimana sebelumnya korban diduga gantung diri dan talinya terputus, hingga korban jatuh ke lantai.

Dijelaskan Kasi Humas Polres Rejang Lebong (RL), AKP Sinar Simanjuntak menjelaskan dalam release, Rabu, 25 Desember 2024, berdasarkan keterangan istrinya, korban pamit berangkat kerja sekitar pukul 07.30 WIB dengan mengendarai motor. Namun hingga malam hari, korban tidak memberikan kabar kepada istrinya yang sedang berada di rumah orang tuanya.

Baca Juga : Kapolres RL Cek Poskotis Pengamanan Nataru

‘’Korban pamit kerja dengan istri pagi hari dan hingga malam hari, korban tidak ada kabar. Istrinya coba menghubungi handphone milik korban, namun ternyata tidak dibawa oleh korban,’’ jelas Kasi Humas.

Akhirnya, sambung Kasi Humas, istri korban meminta tetangganya untuk mencari korban dirumah mereka. Saat itulah, tetangga korban yang datang mencari korban ke rumahnya, melihat pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci.

Tetangga korban tersebut, kata Kasi Humas, juga melihat ada sepeda motor korban dalam rumah. Karena penasaran, tetangga korban masuk ke dalam rumah untuk mengecek dan akhirnya menemukan korban tergeletak di lantai.

Baca Juga : Korban Penipuan Berkedok Arisan Melapor ke Polres RL

Sehingga, lanjut Kasi Humas, tetangga korban memberitahu warga lain disekitar rumah dan menjemput istri korban yang berada di Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur. ‘’Untuk motif belum diketahui, tapi keterangan tetangganya, korban sempat dirawat dua minggu karena sakit lambung,’’ terang Kasi Humas.

Ditambahkan Kasi Humas, dari hasil penyelidikan dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Korban melakukan aksinya dengan menggunakan tali tambang karung warna kuning untuk mengikat bagian lehernya.

‘’Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban dan keluarga juga menolak untuk dilakukan visum mayat. Karena keluarga korban menganggap ini adalah sebuah musibah,’’ demikian Kasi Humas.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version