BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyebut Kota Bengkulu menjadi daerah terbaik dalam proses verifikasi dan validasi (verval) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Bengkulu. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah kota dalam mendorong pengembangan koperasi.
Hal itu disampaikan Dedy saat menghadiri pelatihan penguatan kapasitas dan profesionalisme pengurus KDKMP di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin 2 November 2026.
Dedy mengatakan, Kota Bengkulu tidak hanya mencatatkan hasil terbaik, tetapi juga menjadi daerah dengan jumlah koperasi terbanyak dalam proses verval tersebut.
”Alhamdulillah, se-Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu verifikasi dan validasi Koperasi Merah Putih, kita yang terbaik dan kita yang terbanyak. Ini membuktikan kita serius, Kadis Koperasinya betul-betul serius, pemerintah juga serius,” kata Dedy.
Atas capaian tersebut, Kota Bengkulu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menurut Dedy, Menteri Koperasi dijadwalkan menerima jajaran Pemerintah Kota Bengkulu pada pekan depan untuk mendengarkan laporan mengenai perkembangan terkini KDKMP di Kota Bengkulu.
Dedy menegaskan, Pemerintah Kota Bengkulu akan terus mengejar target pembentukan dan kesiapan operasional koperasi. Dari target sekitar 50 koperasi, saat ini terdapat sekitar 25 koperasi yang dinilai telah siap.
”Dan ini akan terus bertambah, target kita nanti kurang lebih 50 koperasi yang akan kita kejar, tapi yang sudah siap standby kurang lebih ada 25,” ujarnya.
Menurut Dedy, keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Koperasi tersebut nantinya diharapkan menyediakan layanan simpan pinjam, pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadi wadah berbagai transaksi ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi warga sekaligus membantu menekan harga barang yang dinilai terlalu tinggi.
”Dan kalau ini jalan sesuai dengan teorinya, maka kita yakin akan meningkatkan ekonomi rakyat, karena ada kegiatan simpan pinjam, ada kegiatan pembinaan UMKM dan nanti semua transaksi ada di sini. Insya Allah Kota Bengkulu akan menjadi terbaik,” kata Dedy.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan peluncuran koperasi yang telah siap pada akhir 2026. Karena itu, seluruh pihak terkait diminta mempercepat persiapan dalam dua bulan terakhir tahun ini.
”Rencana kita target launching-nya nanti di akhir tahun. Jadi mohon doanya, berarti tinggal dua bulan, ini kita kebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelliwati, mengatakan pelatihan penguatan kapasitas dan profesionalisme pengurus KDKMP diikuti 125 peserta.
Peserta terdiri dari ketua koperasi, wakil ketua bidang keanggotaan, sekretaris, serta ketua pengawas koperasi. Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pengurus agar mampu menjalankan koperasi secara profesional.
Nelliwati menjelaskan, materi pelatihan disampaikan sejumlah narasumber dari Kementerian Koperasi, Sekretaris Daerah selaku ketua tim verifikasi dan validasi, serta TNI melalui Komandan Kodim.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi dari Agrinas, Kementerian Koperasi terkait digitalisasi Koperasi Merah Putih, serta kalangan akademisi.
Menurut Nelliwati, salah satu hal yang ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah membangun optimisme pengurus terhadap keberlangsungan koperasi.
Ia berharap pengurus dan manajer dapat bekerja sama sehingga KDKMP benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Nelliwati juga berharap koperasi mampu membantu memutus rantai distribusi yang panjang, terutama dalam penyediaan barang dan kebutuhan masyarakat, sehingga harga yang diterima konsumen dapat lebih terjangkau.
Dengan penguatan kapasitas pengurus dan dukungan pemerintah, KDKMP diharapkan tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (JUL)





